Banjarmasin (ANTARA) - Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dan TNI dari Kodim 1007/Banjarmasin berkolaborasi untuk kegiatan rehab jembatan di daerah pinggiran dan perbatasan pada 2026.

"Kita sudah melakukan peninjauan bersama ke beberapa jembatan yang harus dibenahi di daerah pinggiran dan perbatasan," ujar Wali Kota H Muhammad Yamin HR di Banjarmasin, Kamis.

Di antaranya satu jembatan gantung di wilayah Sungai Lulut, daerah pinggiran di Banjarmasin Timur yang berbatasan dengan Kabupaten Banjar.

"Kita dapati sejumlah papan kayu jembatan dalam kondisi kurang layak bahkan jebol, harus segera diperbaiki untuk keselamatan masyarakat," ujarnya.

Baca juga: Akses jalan warga Kuin Kacil lancar berkat TMMD ke-125 Kodim Banjarmasin

Yamin juga meninjau jembatan ke kawasan Basirih Dalam, Mantuil hingga perbatasan Kuin Kacil. Setidaknya ada  empat jembatan yang perlu mendapat perhatian di kawasan tersebut.

Yamin menyatakan, perbaikan infrastruktur jembatan di daerah pinggiran dan perbatasan ini perlu cepat karena vital sebagai akses masyarakat, hingga dipilih opsi berkolaborasi dengan TNI, yakni melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

"Kita berharap nanti bisa berkolaborasi dengan TNI melalui program TMMD untuk pembangunan jembatan ini. Sinergi ini penting untuk pembangunan jembatan antara Kota Banjarmasin dan Kabupaten Banjar. Pastinya ini untuk keselamatan warga kita yang menggunakan akses utama ini," ujar Yamin.

Sementara itu, Dandim 1007/Banjarmasin Letkol Czi Slamet Riyadi menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung penuh program yang digulirkan pemerintah kota untuk berkolaborasi.

Baca juga: Kodim Banjarmasin ubah budaya MCK warga pinggiran sungai lebih sehat

Dengan kesiapan personel TNI di lapangan dalam program TMMD nantinya, dia berharap proyek dapat berjalan sesuai rencana bagi kepentingan dan kenyamanan warga sekitar.

Salah seorang warga Mantuil bernama Yuliansyah, yang rumahnya tepat berada di sekitar lokasi jembatan, mengaku senang dengan adanya rencana perbaikan struktur jembatan tersebut oleh pemerintah dan TNI. 

Menurut dia, kondisi jembatan dulunya memang dalam kondisi baik dan bisa dilewati oleh kendaraan roda dua, namun seiring berjalan waktu, karena kurangnya perhatian dan pengawasan, kondisi struktur jembatan kini kian mengkhawatirkan.

"Semoga ke depannya bisa lebih bagus, bisa dilewati lagi, lebih layak karena ini bisa dibilang akses utama anak-anak yang ingin sekolah dan warga sekitar," demikian katanya.



Pewarta: Sukarli
Editor : Mahdani

COPYRIGHT © ANTARA 2026