Moskow (ANTARA) - Washington tidak meminta akses ke pangkalan-pangkalan Inggris sebelum memulai serangan ke Iran, dan baru mengajukan permintaan tersebut untuk pertama kalinya pada 28 Februari, kata Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada Kamis.
Pada Sabtu, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, sehingga menyebabkan kerusakan dan korban jiwa di kalangan warga sipil.
Iran membalas dengan serangan terhadap wilayah Israel, serta ke sejumlah pangkalan militer AS di seluruh Timur Tengah.
Baca juga: PM China tegaskan tolak "kemerdekaan Taiwan"
"Tidak ada permintaan dengan persyaratan khusus dari AS yang kami setujui hingga Sabtu [28 Februari] sore," kata Starmer kepada wartawan, mengomentari laporan bahwa pemerintah Inggris diduga membahas masalah pangkalan Inggris pada Jumat dan memutuskan untuk tidak memberikan akses kepada AS.
"Oleh karena itu, pada Jumat tidak ada keputusan konkret yang dapat dibuat. Keputusan harus dibuat ketika kami menerima permintaan tersebut. Permintaan itu datang pada Sabtu sore," imbuhnya.
London dan Washington membahas kondisi spesifik untuk penggunaan pangkalan Inggris oleh pesawat pembom AS pada Minggu, setelah itu izin diberikan, jelas Starmer.
Sumber: Sputnik-OANA
Baca juga: China akan tingkatkan latihan militer dan tempur
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Starmer: AS tidak minta akses ke pangkalan Inggris sebelum serang Iran
