Tanjung (ANTARA) - Tak ada yang spesial dari rumah di ujung Gang Flamboyan Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong ini, yakni rumah berpagar dan hanya plang nama kecil yang membedakannya dengan rumah disebelahnya.
Semakin mendekat samar terdengar suara tepuk tangan berpadu tangis dan tawa renyah anak-anak.
Siapa sangka di setiap sudut rumah ini keajaiban kecil diusahakan setiap harinya.
Rumah di ujung gang ini, lebih dikenal dengan “Rumah Semut” satu-satunya Pusat Layanan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) pertama di Kabupaten Tabalong yang terintegrasi dengan dunia pendidikan.
Di tempat ini laksana mercusuar harapan di tengah kegundahan orang tua dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus.
Slamet Purwanto selaku ketua pusat layanan menyebutkan “Rumah Semut” awalnya hanyalah ruang konsultasi dan terapi untuk ABK yang ditangani istrinya sejak 2011 dan terus berkembang menjadi Lembaga Pendidikan yang melayani ABK mulai jenjang PAUD dan SD.
"Perkembangan ini tidak lepas dari peran CSR PT Adaro Indonesia dan kami memiliki bangunan sendiri sehingga anak-anak merasa aman dan nyaman, sehingga terapi akan jauh lebih efektif," jelas Slamet, Jumat.
Setiap ruangan disiapkan untuk merangsang sensorik dan motorik anak.
Ada papan keseimbangan, bola besar, matras empuk hingga pojok wicara dengan desain khusus agar anak yang mengalami gangguan komunikasi merasa tenang menjalankan terapi.
Membersamai ABK Adalah sebuah perjalanan ibarat lari marathon yang tidak bisa menjanjikan kesembuhan instan.
Prosesnya penuh kesabaran dan kuncinya konsistensi karena fokusnya adalah kemandirian dan peningkatan kualitas hidup anak.
"Tak ada yang lebih membahagiakan ketika anak didik kami diterima dan bisa beradaptasi dengan baik di sekolah umum," ungkap Atika, salah satu guru di Rumah Semut.
Perjuangan anak-anak disini, menjadi bukti cinta yang sabar mampu meruntuhkan hambatan belajar, Rumah Semut bukan hanya sekedar bangunan, tetapi tempat di mana setiap perkembangan sekecil apapun dirayakan dengan penuh sukacita.
Mereka tumbuh dan berkembang, belajar bersinar dengan caranya sendiri.
Penulis: Rina Ermadeni (Staf Tanjung Power Indonesia)
