Banjarbaru (ANTARA) - Wali Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Erna Lisa Halaby mendorong pimpinan satuan kerja perangkat daerah bekerja profesional, terukur, dan bertanggung jawab menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan publik.
Hal tersebut disampaikan Lisa saat memimpin rapat koordinasi Bulan Februari 2026 dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kinerja Kepala Perangkat Daerah Tahun 2026 di Aula Gawi Sabarataan, Senin.
Menurut Lisa, penandatanganan perjanjian kinerja bukan sekadar seremonial, melainkan satu bentuk komitmen nyata pimpinan perangkat daerah dalam melaksanakan amanah dan tanggung jawab jabatan.
Baca juga: Menteri Ekraf apresiasi komitmen Wali Kota Banjarbaru majukan ekonomi kreatif
"Saya minta seluruh pejabat yang menandatangani perjanjian kinerja benar-benar berkomitmen dan mampu melaksanakannya sungguh-sungguh demi pelayanan yang terbaik kepada masyarakat," ujarnya.
Lisa berharap seluruh pimpinan SKPD yang didukung perangkat daerah semakin solid dan fokus pada capaian kinerja mendukung pembangunan dan pelayanan publik di Banjarbaru sepanjang 2026.
Wali Kota Lisa juga menyoroti implementasi Undang-Undang Nomor 20 tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara, khususnya terkait larangan pengangkatan tenaga non-ASN untuk mengisi jabatan ASN.
"Pemkot Banjarbaru perlu melakukan moratorium tenaga non-ASN yang tidak terangkat sebagai PPPK hingga 2025. Saat ini, jumlah tenaga non-ASN yang digaji melalui APBD tercatat sebanyak 1.398 orang," ungkapnya.
Baca juga: Sekretariat DPRD Banjarbaru perkuat pemahaman pengadaan barang dan jasa
Selain isu kepegawaian, rakor membahas agenda strategis antara lain usulan Peraturan Wali Kota tentang insentif RT dan RW, serta tindak lanjut Permendikdasmen terkait budaya sekolah aman dan nyaman.
Lisa juga menekankan pentingnya peningkatan kinerja pengelolaan sampah dan sesuai hasil konsultasi dengan Kementerian LH, Banjarbaru memperoleh nilai 48 penilaian kinerja pengelolaan sampah nasional.
"Nilai itu menjadi alarm dan bahan evaluasi bagi kita semua dan tahun 2026 kinerja pengelolaan sampah harus ditingkatkan. Jangan sampai Banjarbaru dianggap sebagai kota kotor," tegasnya.
Pewarta: Yose RizalEditor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA 2026