Pelaihari, Kabupaten Tala (ANTARA) - Polresta Tanah Laut (Tala) jajaran Polda Kalimantan Selatan (Kalsel), menyiagakan perahu karet guna mengevakuasi warga saat terjadi banjir.

Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Siallagan di Pelaihari, Kabupaten Tala, Sabtu, mengatakan saat ini pihak terus melakukan pemantauan terhadap situasi banjir.

Baca juga: Banjir di Tanah Laut, satu korban meninggal saat jembatan putus

"Saya telah perintahkan seluruh Kapolsek agar siaga apabila ada informasi dari warga terkait bencana banjir, langsung segera tangani," ucap AKBP Ricky Boy.

Lebih lanjut, Kapolres Tala mengatakan jajarannya saat ini turun ke lapangan untuk memantau situasi di daerah daerah yang rawan banjir.

"Polres Tanah Laut siap melakukan evakuasi apabila ada masyarakat yang terdampak bencana banjir membutuhkan pertolongan," ujar Kapolres Tala.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Laut,, melaporkan satu korban lansia bernama Sudarto (73) meninggal dunia saat jembatan penghubung Dusun II-III di Desa Martadah Baru, Kecamatan Tambang Ulang, terputus akibat banjir menghantam badan jalan desa.

Baca juga: Mantan Sekda Balangan periode 2013-2020 tutup usia

Kepala Pelaksana BPBD Tanah Laut Aspi Setia Rahman mengatakan curah hujan yang tinggi di desa itu menyebabkan debit air sungai naik sehingga jembatan amblas.

“Korban melintasi jalan dan jembatan itu, korban tidak tahu kalau jembatan sudah terputus, suasananya masih gelap saat subuh. Karena tidak mengetahui, korban terjatuh ke bawah jembatan yang amblas dengan kondisi air dalam,” ujar dia.

Dia juga menyebutkan BPBD Tanah Laut menerima laporan dari warga pada pagi hari tadi sekitar pukul 07.30 WITA.

“Informasi terakhir, korban sudah ditemukan dan dievakuasi oleh warga setempat untuk disemayamkan,” tutur Aspi.

Baca juga: Polres Tala perkuat personel di kawasan wisata saat libur Nataru

 



Pewarta: Gunawan Wibisono
Editor : Taufik Ridwan

COPYRIGHT © ANTARA 2026