Pelaihari (ANTARA) - Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Sialagan memerintahkan personel untuk patroli daerah rawan banjir dan juga longsor sebagai upaya deteksi dini penanganan tanggap darurat bencana hidrometeorologi akibat musim hujan.
"Saat ini perlu ada peningkatan patroli di daerah rawan bencana alam untuk mengingatkan masyarakat lebih waspada," kata Ricky di Pelaihari, Jumat.
Diakui Ricky, sejumlah wilayah di Tanah Laut cukup rawan terjadinya bencana alam khususnya banjir ketika musim hujan.
Baca juga: Polres Tanah Laut kerahkan ratusan personel amankan Porprov XII Kalsel
Terlebih saat dibarengi air laut pasang, maka kondisi banjir bisa berlangsung lama.
Daerah rawan banjir antara lain Kecamatan Bati-Bati, Tambang Ulang, Kurau dan Bumi Makmur.
Oleh karena itu, Ricky meminta anggota khususnya di Polsek setempat dapat terus berkoordinasi dengan dinas terkait perihal upaya penanganan jika sewaktu-waktu bencana terjadi.
"Perlu dipetakan lebih awal, seperti proses evakuasi warga, lokasi pengungsian hingga dapur umum," jelasnya.
Baca juga: Satpolairud Tala gelar Polmas pererat kemitraan masyarakat pesisir
Diketahui bencana banjir besar pernah terjadi di delapan kecamatan di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, pada awal tahun 2021 lalu.
Dua kecamatan paling terdampak akibat musim hujan ditambah air laut pasang yaitu Kurau dan Bumi Makmur yang seakan menghilang disapu banjir dengan ketinggian hingga dua meter.

