Wiyagus didampingi Wakil Gubernur Kalimantan Selatan Hasnuryadi Sulaiman membuka pertemuan tersebut di Banjarmasin, Kalsel, Rabu.
Baca juga: Setwan Kalsel: Rakor Bappeda se-Indonesia perkuat pembangunan pusat dan daerah
"Pertemuan ini menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan pembangunan daerah dengan arah kebijakan nasional," kata Wiyagus.
Fokus utama rakor tersebut memastikan prioritas pembangunan pusat berjalan selaras di daerah sekaligus memperkuat peran Bappeda sebagai koordinator pelaksanaan pencapaian target Program Strategis Nasional (Pro SN) Tahun 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri peserta dari 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota se-Indonesia, termasuk perwakilan kementerian dan lembaga pusat, antara lain Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PPN/Bappenas, Badan Pusat Statistik (BPS), serta Stranas Pencegahan Korupsi (Stranas PK) KPK RI.
Wiyagus mengingatkan pembangunan daerah tidak dapat hanya berbasis target ekonomi, tetapi harus memperhatikan aspek lingkungan secara serius untuk memitigasi risiko bencana.
Ia mencontohkan kejadian bencana di Aceh sebagai peringatan penting sekaligus menekankan pentingnya kepatuhan pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
“Pembangunan daerah itu harus benar-benar memperhatikan lingkungan. Pendapatan daerah yang bersumber dari pengelolaan sumber daya alam tidak bisa mengesampingkan tata ruang yang baik. RTRW-nya harus jelas,” tegas Wiyagus.
Wiyagus juga mengingatkan pengalaman Kalimantan Selatan pada 2021, saat 11 dari 13 kabupaten/kota terdampak banjir besar, sebagai pelajaran penting untuk memperkuat mitigasi.
Baca juga: Kalsel terima penghargaan terbaik 3 se-Indonesia
“Pemerintah daerah di Kalsel perlu terus meningkatkan langkah pencegahan,” ujarnya.
Wakil Gubernur Kalsel Hasnuryadi Sulaiman mengapresiasi kepercayaan pemerintah pusat menjadikan Kalsel tuan rumah Rakor Bappeda se-Indonesia.
Ia berharap forum nasional ini dapat memperkuat sinergi dan menghasilkan rekomendasi konkret untuk mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
“Semoga forum ini menjadi sarana bertukar informasi dan menyamakan gerak pembangunan, sehingga mampu mewujudkan program Asta Cita Presiden kita,” kata Hasnuryadi.
Ia juga menyampaikan belasungkawa atas musibah banjir bandang yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang menelan ratusan korban jiwa.
Agenda penting dalam Rakor tersebut adalah pengukuhan Dewan Pengurus Forum Bappeda se-Indonesia. Kepala Bappelitbang Provinsi Sumatera Utara, Dicky Anugerah, terpilih sebagai ketua forum.
Menanggapi arahan Wamendagri, Dicky menegaskan komitmennya menjadikan mitigasi bencana sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari identifikasi masalah pembangunan ke depan, sejalan dengan prinsip Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
“Bencana adalah bagian dari permasalahan pembangunan yang harus diselesaikan. Ke depan, kebijakan pembangunan harus mampu melihat faktor-faktor pemicu bencana,” ujar Dicky.
Ia menambahkan bahwa pelestarian lingkungan akan menjadi prioritas forum, mengingat isu lingkungan merupakan pilar utama dalam pencapaian SDGs.
Baca juga: Bappeda Kalsel tingkatkan status berpenghasilan menengah atas
Pewarta: Latif ThohirEditor : Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026