Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan bakal mendapatkan pelatihan berwiraswasta sesuai dengan minat dan bakat masing-masing.


Gubernur Kalsel Rudy Ariffin di Banjarmasin, Senin, mengatakan, sebagian besar pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) saat ini masih sehat dan cukup kuat untuk berkarya mengisi masa pensiunnya.

Dengan demikian, kata dia, bagi yang berminat diberikan kesempatan mengikuti pelatihan berbagai keterampilan baik itu bidang mesin, jahit menjahit dan keterampilan lainnya yang bisa menjadi kegiatan pada masa pensiun sekaligus mendapatkan nilai tambah bagi ekonomi keluarga.

"Kalau dulu PNS pada saat pensiun sudah terlihat sangat tua, kendati umurnya baru 55 tahun, tapi kalau sekarang kendati umur sudah 60 tahun masih cukup kuat dan sehat, hal tersebut karena kesejahteraan cukup," katanya.

Selain itu, kata dia, biasanya para PNS yang biasa bekerja dan berpikir, tiba-tiba tidak memiliki kegiatan akan cepat mengalami berbagai penyakit, sehingga lebih baik mengisi masa tua dengan berbagai kegiatan positif.

Pensiun, tambah dia, bukan berarti berhenti berkarya, justru saatnya untuk mengisi dengan berbagai kegiatan masyarakat yang lebih bermanfaat.

Selain ketrampilan, tambah Gubernur, pemerintah juga akan mencoba untuk mencarikan terobosan tambahan modal usaha yang bisa dikembalikan secara kredit dengan bunga rendah.

"Kita akan bicarakan dengan Bank Kalsel apakah para pensiunan bisa mendapatkan modal usaha dengan bunga rendah," kata Gubernur.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalsel Thamrin mengatakan, PNS yang pensiun selama 2011 sebanyak 240 orang yaitu pada tahap pertama 102 orang dan tahap kedua 120 oranag.

Khusus tahap kedua terdiri untuk eselon IV 55 orang, eselon III sebanyak 58 orang, dan eselon II sebanyak 15 orang.

Bagi pensiunan tahap kedua, kata dia, mendapatkan tali asih berupa piagam penghargaan dan uang Rp5 juta.

Terkait moratorium penerimaan PNS hingga 2012, menurut Thamrin pihaknya telah mengirimkan surat kepada Menpan agar kebijakan moratirium penerimaan PNS di Kalsel ditinjau ulang.

"Khusus guru dan tenaga kesehatan kita masih sangat kekurangan, sehingga kita berharap untuk dua bidang tersebut masih ada pengangkatan PNS," katanya./B/




Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026