Barabai (ANTARA) - Wakil Bupati Hulu Sungai Tengah (Wabup HST), Kalimantan Selatan (Kalsel) H. Gusti Rosyadi Elmi turun langsung menyerahkan bantuan bagi korban bencana kebakaran permukiman di Kelurahan Bukat RT 09 RW 03, Kecamatan Barabai.
"Bantuan yang kita serahkan berupa uang tunai, logistik, sembako, kebutuhan non-logistik, hingga dokumen kependudukan yang rusak atau hilang akibat musibah kebakaran," kata Wabup Gusti Rosyadi di Barabai, Kamis.
Baca juga: Wabup HST serahkan dokumen Itsbat nikah terpadu bagi puluhan pasangan
Bantuan tersebut disalurkan bersama Dinas Sosial PPKB PPPA HST, BPBD HST, Disdukcapil HST, Camat Barabai, aparat desa, serta relawan Tagana HST.
Dalam kesempatan itu, Wabup Gusti Rosyadi menegaskan bahwa langkah cepat tanggap ini merupakan wujud nyata kepedulian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) HST terhadap warganya.
“Bantuan ini sebagai rasa kepedulian pemerintah kabupaten kepada warga yang tertimpa musibah. Semoga dapat meringankan beban korban dan membantu mereka segera bangkit,” ujarnya.
Selain menyerahkan bantuan, Wabup juga menyampaikan dukungan moril kepada para korban agar tetap tabah menghadapi ujian.
Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus hadir untuk memberikan perlindungan dan dukungan kepada masyarakat terdampak bencana.
Aksi cepat tanggap ini menjadi bukti komitmen Pemkab HST bersama seluruh pihak terkait dalam penanganan bencana.
Baca juga: Wabup H Gusti Rosyadi tinjau pasar murah di Desa Kalibaru HST
Kemudian, sinergi yang terjalin diharapkan mampu mempercepat proses pemulihan kehidupan warga yang terdampak kebakaran.
Sebelumnya, musibah kebakaran di Kelurahan Bukat, Kecamatan Barabai itu terjadi pada Rabu (10/9) sekitar pukul 00.45 Wita dengan menghanguskan tiga rumah warga dan menimbulkan dua korban lanjut usia (lansia) mengalami luka bakar.
Kepala Pelaksana BPBD HST Ahmad Apandi mengatakan tiga rumah yang terbakar itu milik Kartinah dihuni 2 kepala keluarga (KK) 4 jiwa, milik Endang dihuni 1 KK 2 jiwa dan rumah Maimunah dihuni 1 KK 2 jiwa.
“Semua rumah berbahan kayu, kondisinya terbakar hampir habis termasuk dokumen penting di dalamnya. Selain itu, ada dua lansia yang mengalami luka, yaitu Inur usia sekitar 72 tahun dan Kartinah 65 tahun,” ucap Apandi.
