Kebakaran yang melanda Mapolres Banjarbaru pada Rabu, 6 Agustus 2025, lalu menghanguskan tiga ruangan utama, namun tidak ada korban jiwa.
Baca juga: Mapolres Banjarbaru terbakar, Kapolda Kalsel pastikan situasi terkendali
"Dugaan sementara karena korsleting listrik hingga menimbulkan kobaran api yang menyebabkan inventaris kepolisian senilai Rp3,19 miliar ludes," ucap Kasi Humas Polres Banjarbaru Ipda Kardi Gunadi di Banjarbaru, Rabu.
Ipda Kardi mengatakan mengatakan peristiwa kebakaran itu terjadi sekitar pukul 20.15 WITA dan asap pertama kali keluar dari plafon ruang SPKT.
"Api saat itu cepat membesar dan menjalar ke ruang Humas serta gudang logistik yang berada satu atap," ucapnya mewakili Kapolres Banjarbaru AKBP Pius X Febry Aceng Loda
Bukan itu saja, ucap Kasi Humas, mobil water cannon sempat dikerahkan untuk memadamkan apu, namun kobaran api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.30 WITA setelah tim Damkar dan BPK Banjarbaru turun tangan ikut membantu.
"Alhamdulillah saat terjadi kebakaran tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun, sejumlah fasilitas vital yang digunakan untuk pelayanan masyarakat hangus terbakar," terangnya.
Baca juga: Tim Inafis olah TKP kebakaran SPKT Polres Banjarbaru
Lebih lanjut dia mengatakan untuk di ruang SPKT ada tujuh unit komputer, printer, tiga AC, hingga kulkas dilaporkan rusak total dan hangus terbakar.
Untuk kerugian terbesar terjadi di gudang logistik Sat Samapta. Peralatan pengendalian massa seperti 200 tameng, 200 helm dalmas, 150 rompi level 1, hingga 300 tabung gas air mata musnah dilalap api.
"Total kerugian di bagian gudang logistik ini ditaksir mencapai Rp1,83 miliar," cetusnya.
Selain itu, jelas Kasi Humas, untuk ruang Humas kehilangan lima unit monitor TV, sementara bagian Identifikasi Sat Reskrim kehilangan perangkat digitalisasi sidik jari AK23 dan perlengkapan senilai Rp638 juta. Kerugian pada bangunan serta mebel diperkirakan Rp425 juta.
Kasi Humas kembali menyampaikan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan tim identifikasi Polres Banjarbaru bersama Polda Kalsel menyimpulkan kebakaran diduga disebabkan instalasi kabel yang rusak atau terkelupas (diduga kabel telah usang) hingga menyebabkan percikan arus listrik keluar dan bersentuhan dengan material bangunan hingga menyebabkan terjadinya kebakaran.
Kendati begitu, Ipda Kardi menegaskan pihaknya akan tetap fokus dalam memberikan pelayanan publik di Polres Banjarbaru meski banyak peralatan yang hangus terbakar.
Baca juga: Gedung SPKT Polres Banjarbaru terbakar
