Provinsi Kalimantan Selatan yang terdiri 13 kabupaten/kota dan kini berpenduduk sekitar 3,6 juta jiwa masih terancam terjadinya pemadaman listrik secara bergiliran.

Pasalnya dua unit pembangkit pada Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) Asam-Asam di Kabupaten Tanah Laut riskan terhadap kerusakan, kata anggota Komisi III bidang pembangunan dan infrastruktur DPRD setempat, HM Husaini, di Banjarmasin, Senin.

Mengutip keterangan manajemen PLN Kalselteng, kata Husaini pembangkit unit 1 dan 2 PLTU Asam-Asam (125 Km timur Banjarmasin) semestinya dilakukan pemeliharaan total (overhaul) sejak 2009.

Tapi pihak PLN Kalselteng berupaya untuk tidak melakukan overhaul dan pemadaman bergiliran dengan cara menjaga semaksimal mungkin terhadap unit 1 dan 2, sebelum unit 3 PLTU Asam-Asam operasional.

Sementara rencana operasional pembangkit unit 3 PLTU Asam-Asam selalu molor, karena masalah teknis dan dijadwalkan kembali Februari 2012, lanjut anggota komisi III DPRD Kalsel yang juga membidangi pertambangan dan energi itu.

"Memang kalau sebelum operasional unit 3 PLTU Asam-Asam dan dengan tak terduga terjadi kerusakan salah satu dari dua unit yang ada, maka PLN Kalselteng akan kekurangan daya dan pada gilirannya akan terjadi pemadaman bergilir," demikian M Husaini.

Sementara Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel, H Fitri Rifani ketika dimintai komentar terkait rencana operasional unit 3 PLTU Asam-Asam, menyatakan enggan membicarakan hal itu.

"Pasalnya penjadwalan operasi PLTU unit 3 itu selalu berubah-ubah, sehingga enggan mengikuti perkembangan mengenai kelistrikan tersebut. Jadi aku juga malas bicara soal listrik, takut salah," tandasnya menjawab ANTARA Banjarmasin.

Pengalaman beberapa tahun lalu, pemadaman listrik bergiliran di wilayah Kalselteng selalu pada saat beban puncak, yaitu sekitar pukul 18.00 - 22.00 Wita.

Karena saat beban puncak itu akan terjadi kekurangan daya listrik mencapai 40 Mega Watt (MW) manakala semua konsumen/pelanggan memakai aliran listrik dari PLN Kalselteng.

Bila pembangkit unit 3 dan 4 PLTU Asam-Asam segera operaional, maka daya listrik untuk kebutuhan Kalselteng relatif tidak masalah lagi, terlebih jika pembangunan PLTU Pulang Pisau Kalteng selesai.

PLTU Asam-Asam kini mengoperasikan dua unit pembangkit dengan kapasitas terpasang 2 X 65 MW, ditambah lagi unit 3 dan 4 dengan kapasitas terpasang juga 2 X 65 MW.

Untuk PLTU Pulang Pisau (102 Km barat Banjarmasin atau 87 Km Timur Palangkraya, ibukota Kalteng) direncanakan dua pembangkit dengan kapasitas terpasang 2 X 60 MW./shn*C




Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026