Pembangkit Listrik Tenaga Uap Asam-Asam unit II milik PT PLN (persero) Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah mengalami kerusakan hingga membuat ribuan pelanggan rumah tangga terkena pemadaman listrik.
        
"Ada kerusakan pada PLTU Asam-Asam unit II yang mengakibatkan pasokan daya listrik berkurang sehingga terpaksa dilakukan pemadaman," ujar Pejabat Humas PT PLN Kalselteng, Anggraini, di Banjarbaru, Minggu.
        
Menurut dia, kerusakan PLTU Asam-Asam unit II terjadi pada pipa pendingin pembangkit yang pecah pada Kamis (15/10) malam sehingga harus diperbaiki untuk memulihkan pasokan daya listrik.
        
Kerusakan salah satu pembangkit listrik andalan PLN Kalselteng itu juga pernah terjadi pada PLTU Asam-Asam unit I beberapa waktu lalu sehingga pemadaman bergilir dialami ribuan pelanggan PLN dua provinsi itu.
        
"Kami masih belum mengetahui apa yang menjadi penyebab kerusakan, namun tim teknis sudah diturunkan untuk secepatnya melakukan perbaikan sehingga pasokan listrik normal," ungkapnya.
        
Dikatakan, kerusakan pembangkit itu membuat pasokan daya listrik berkurang hingga 58 Mega Watt sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pelanggan dua provinsi yang mencapai 270 megaWatt.   
   
"Kekurangan daya listrik itu setara dengan kemampuan listrik yang dihasilkan satu unit PLTU dan mengingat kerusakannya mendadak sehingga perbaikannya memerlukan waktu," ujar dia.
        
Mengenai berapa lama perbaikan, ia mengatakan, tim teknis terus bekerja maksimal sehingga diperkirakan kerusakan secara menyeluruh bisa diatasi pada Senin (18/10) malam.
        
Dijelaskan, perbaikan membutuhkan waktu cukup lama mengingat kerusakan terjadi pada pipa yang terpendam sedalam 4 meter didalam tanah disamping pengerjaannya yang memerlukan kehati-hatian.
        
Selama masa perbaikan itu, lanjut dia, PLN terpaksa melakukan pemadaman bergilir terhadap pelanggan rumah tangga dengan durasi pemadaman pada beban puncak antara pukul 18.00 Wita hingga pukul 22.00 Wita.
        
"Pemadaman bisa berlangsung dua hingga tiga jam sehingga kami meminta kepada pelanggan yang tidak terkena pemadaman menghemat pemakaian listrik sehingga bisa mengurangi jangka waktu pemadaman," katanya.

Tim teknis PT Perusahaan Listrik Negara Kalimantan Selatan mulai mengangkat pipa pendingin Pembangkit Listrik Tenaga Uap Asam-asam Unit II yang pecah pada Kamis (15/10) malam dengan alat berat maupun peralatan manual lainnya.
        
Manajer Pembangkit Listrik Tenaga Uap Asam-asam Sahrijal Purba di Banjarmasin, Minggu mengatakan, saat ini seluruh tim teknis sedang kerja keras untuk mengangkat pipa yang cukup besar tersebut dari dalam tanah dengan kedalaman hingga empat meter.
        
"Pengangkatan pipa yang berusia 12 tahun ini memang cukup lamban, karena tertanam cukup dalam," katanya.
        
Secara pasti, Sahrijal mengaku belum mengetahui penyebab pecahnya pipa PLTU yang ke dua kalinya ini, namun diduga karena tekanan tanah akibat struktur tanah yang cukup labil.
        
"Pecahnya pipa kemungkinan bukan karena faktor umur, sebab seharusnya pipa pendingin masih bisa dimanfaatkan hingga 30 tahun seperti mesin PLTU, dan sekarang baru 12 tahun, sehingga seharusnya belum rusak," katanya.
        
Ditargetkan, seluruh perbaikan mesin pembangkit tersebut  selesai pada Senin (18/10) sore, setelah pipa selesai dipotong dan disambung lagi dengan perekat pipa.
        
Pernyataan Sahrijal tersebut membantah isu bahwa, pemadaman listrik yang kembali terjadi di sebagian wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah akibat pasokan baru bara ke PLTU Asam-asam dari Arutmin terganggu akibat curah hujan yang cukup tinggi.
        
"Sampai saat ini pasokan batu bara masih lancar, hujan belum mengganggu produksi batu bara PT Artumin, terutama untuk memenuhi kebutuhan baru bara PLTU Asam-asam," katanya.
        
Pemadaman dilakukan, kata dia, murni akibat pipa pendingin yang pecah, sehingga saat ini Kalsel kekurangan pasokan dari pembangkit PLTU Asam-asam sebanyak 65 megawatt.
        
Dengan demikian, kata dia, mau tidak mau pemadaman bergilir terpaksa kembali diberlakukan untuk wilayah Kalsel maupun Kalteng.
        
Kerusakan salah satu pembangkit listrik andalan PLN Kalselteng itu juga pernah terjadi pada PLTU Asam-Asam unit I beberapa waktu lalu, sehingga pemadaman bergilir dialami ribuan pelanggan PLN dua provinsi itu.


: Abdul Hakim Muhiddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026