Kenaikan anggaran pembangunan pertanian tersebut berkaitan dengan upaya Kabupaten Tanah Laut untuk meningkatkan produksi padi dan jagungPelaihari, (Antaranews kalsel) - Bupati Tanah Laut, Kalimantan selatan Bambang Alamsyah mengatakan, pada tahun anggaran 2018 anggaran pembangunan pertanian di daerah itu dinaikan dua kali lipat dari anggaran tahun 2017.
"Kenaikan anggaran pembangunan pertanian tersebut berkaitan dengan upaya Kabupaten Tanah Laut untuk meningkatkan produksi padi dan jagung," ujar Bupati Tanah Laut Bambang Alamsyah, di Pelaihari, Sabtu (18/3).
Menurut dia, sebagaimana diketahui saat ini Kabupaten Tanah Laut sudah ditetapkan pemerintah pusat sebagai lumbung jagung nasional tentunya harus didukung dengan pendanaan yang memadai.
Selain sebagai lumbung jagung nasional, sebut dia, kabupaten tersebut juga menjadi andalan Kalsel sebagai pemasok sapi sebagai kebutuhan daging.
Bahkan, jelas dia, pentingnya anggaran pembangunan pertanian itu dinaikan dua kali lipat dari tahun sebelumnya karena mata pencaharian warga di daerah itu 60 persen bertani.
Dengan meningkatkan anggaran pembangunan pertanian, ucap dia, maka pemerintah kabupaten dapat membangun fasilitas pendukung pertanian seperti infrastruktur pertanian, bantuan bibit, pupuk dan alat mesin pertanian kepada petani.
Terpisah, Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Tanah Laut Ahmad Mustahdi menengaskan, pihaknya terus berupaya memotivasi para petani did aerah tersebut untuk meningkatkan produksi hasil pertanian.
Upaya memotivasi para petani itu, terang dia, melalui bantuan penyuluhan, bibit, pupuk, pemasaran hasil dan alat mesin pertanian.
Lebih lanjut dia mengemukakan, dalam upaya peningkatan produksi pertanian di daerah tersebut, pihaknya juga memotivasi petani untuk menggunakan lahan terlantar di sekitar lingkungan tempat tinggal.
"Dengan meningkatknya produksi pertanian di Tanah Laut, kita berharap dapat meningkatkan pendapatan para petani di daerah ini," demikian tegasnya.
Pewarta: AriantoEditor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.