Banjarbaru, (Antaranews Kalsel) - Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Abdul Haris Makkie meminta warga jangan menutup jalan angkutan batubara atau hauling sebagai dampak penutupan dua hauling di Kabupaten Tapin.


"Kami minta warga jangan menutup seluruh hauling agar aktivitas armada batubara khususnya di Kabupaten Tapin tetap normal," ujarnya usai menerima pendemo di Banjarbaru, Senin.

Pernyataan itu disampaikan Sekda menjawab ancaman Ketua LSM Lembaga Kerukunan Masyarakat (Lekem) Kalsel Aspihani mewakili warga Desa Sungai Puting yang menuntut dibukanya portal.

Menurut sekda, tuntutan warga agar portal yang ditutup Tim Penegakan Perda Kalsel sejak Kamis (26/1) segera dibuka tidak serta merta bisa dilakukan karena harus melalui prosedur yang berlaku.

"Pemprov Kalsel harus menjalankan prosedur termasuk membuka portal yang digunakan untuk menutup hauling itu sehingga kami meminta masyarakat bisa bersabar," harapnya.

Ia mengatakan, pihaknya hanya bisa menampung aspirasi yang disampaikan warga karena bukan pengambil kebijakan mengingat penutupan itu sudah sesuai arahan gubernur Kalsel.

"Gubernur masih berada diluar daerah dan jika sudah datang, kami tentu segera menyampaikan aspirasi yang diinginkan warga terkait pembukaan portal atas hauling yang ditutup itu," ucapnya.

Ditanya mengenai ancaman warga yang akan menutup seluruh hauling jika dua hauling yang ditutup tidak segera dibuka, sekda meminta agar ancaman itu tidak dilaksanakan.

"Penutupan hauling itu, tentu melalui berbagai pertimbangan sehingga kami minta masyarakat tidak melakukan aksi yang menghambat aktivitas angkutan batubara secara keseluruhan," ujar dia.

Sebelumnya, Ketua Lekem Kalsel Aspihani mewakili warga mengancam akan menutup seluruh hauling di Desa Sungai Puting dan Kabupaten Tapin jika dua hauling tidak dibuka.

"Kami minta dibuka secepatnya dan jika tidak dibuka paling lambat besok hari maka kami tidak bertanggungjawab jika masyarakat menutup seluruh hauling sebanyak 42 jalur," katanya.

Ancaman itu disampaikan saat demo ratusan massa di kantor gubernur Kalsel Jalan Trikora Banjarbaru menuntut agar portal hauling dibuka sehingga armada batubara bisa melintas kembali.

Ada pun hauling yang ditutup terletak di Desa Sungai Puting dan jalur jalan lintas Kalimantan di kilometer 94, 88, dan kilometer 71 yang masuk dalam wilayah Kabupaten Tapin.

Pewarta: Yose Rizal
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026