Serangan penyakit demam berdarah dengue (DBD) di wilayah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, belakangan ini terus menurun.

"Penurunan serangan DBD di Kota Banjarmasin setelah adanya gerakan penanggulangan penyakit tersebut yang begitu gencar dilakukan oleh pemerintah setempat dan dibantu masyarakat," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin drg Diah Ratna Praswasti, Rabu.

Ketika ditanya seusai menghadap Wali Kota Banjarmasin, Haji Muhidin di balai kota Banjarmasin, Diah Ratna Praswasti menyebutkan gerakan penanggulangan penyakit DBD terus dilakukan karena wilayah ini termasuk wilayah yang rawan serangan penyakit tersebut.

Menurut Diah Ratna, gerakan penanggulangan DBD yang disebut Gebrak DBD telah dicanangkan pada 18 Oktober 2011 lalu, guna pembasmian demam berdarah dengan cara memberantas sarang nyamuk.

"Kita terus melakukan pengasapan (fogging) ke berbagai lokasi yang diduga rawan terhadap sarang nyamuk," tuturnya.

Selain itu dilakukan pula gerakan abatisasi ke kantong-kantor atau wadah penampungan air agar nyamuk tidak berkembang.

Ia bersyukur gerakan yang dicanangkan pemerintah tersebut telah direspon baik masyarakat, terbukti walau sekarang ini masuk musim hujan ternyata serangan DBD tak mengkhawatirkan.

Ketika ditanya jumlah serangan belakangan ini ia mengakui tak membawa data-data tapi, jelas terjadi penurunan yang drastis dibandingkan sebelumnya.

Mengenai kegiatan Gebrak DBD digelar, disebutkannya, berada pada  520 titik di 52 kelurahan di wilayah kota berjuluk "kota seribu sungai" tersebut.

Gebrak DBD antara lain memberikan bubuk ABT gratis kepada masyarakat untuk membasmi nyamuk, selain pengasapan di wilayah yang dianggap rawan DBD.

Pemberantasan penyakit DBD tidak hanya dilakukan pemerintah, tetapi juga ada keterlibatan masyarakat melalui "3M" yakni menguras, menutup tempat air, serta mengubur barang bekas./hsan*C




Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026