Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan berharap pemerintah pusat memberikan dukungan penyelesaian infrastruktur pertanian untuk program surplus pangan nasional 2014.
Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin di Banjarmasin, Senin mengatakan, saat ini pihaknya terus menggenjot percepatan dan rehabilitasi infrastruktur pendukung pertanian.
"Beberapa infrastruktur pendukung pertanian seperti saluran irigasi yang belum mencukupi dan banyak yang tidak berfungsi optimal cukup menghambat petani untuk bisa meningkatkan produktivitas," katanya.
Dengan demikian, kata dia, penyelesaian jaringan irigasi adalah salah satu solusi untuk meningkatkan dan mendukung ketahanan pangan nasional, khususnya beras 10 juta ton pada tahun 2014.
Selama ini, tambah Rudy, Kalsel merupakan provinsi surplus beras, dan merupakan daerah penyangga pangan ke 9 secara nasional, diharapkan dengan meningkatnya infrastruktur terutama saluran irigasi produksi pangan Kalsel bisa meningkat tajam.
Beberapa saluran irigasi yang sedang dalam proses pembangunan adalah bendung Batang Alai seluas 5.595 ha di kabupaten Hulu Sungai Tengah.
Menurut Gubernur proyek Bendung tersebut sudah selesai, namun saluran primer baru 2.900 Bh/M dari rencana 4.000 Bh/m, dan saluran sekunder baru 19.000 Bh/M dari rencana 23.000 Bh/M.
Selain itu adalah bendung Pitab seluas 4.000 hektare di Kabupaten Balangan yang kini juga sudah selesai pembangunannya namun untuk saluran primer dan sekunder juga baru 300 Bh/M dari rencana 1.067 Bh/M.
Selanjutnya adalah Bendung Amandit seluas 5.472 hektare di Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang juga sudah selesai pembangunannya begitu juga dengan saluran primernya sudah selesai 100 persen yaitu 29.586 Bh/M.
Terakhir yaitu, rehabilitasi Folder Alabio seluas 6.000 hektare di Kabupaten Hulu Sungai Utara dimana intake dan drainase tersedia 100 persen masing-masing lima buah.
Menurut Gubernur, bila seluruh infrastruktur tersebut sudah selesai dan bisa berfungsi maksimal maka produksi beras di Kalsel dipastikan akan bisa naik hingga berkali lipat.
"Dengan demikian jatah nasional agar Kalsel surplus 700 ribu ton hingga 2014 akan jauh lebih mudah untuk dicapai," katanya.
Sebelumnya, anggota Komisi IV DPR-RI asal pemilihan Kalsel Syaipullah Tamliha mengungkapkan Kementerian Pertanian telah menyetujui untuk menyelesaikan pembangunan dan rehabilitasi beberapa sarana dan infrastruktur irigasi di Kalsel.
"Salah satunya adalah penyelesaian polder Alabio yang bisa diselesaikan pada 2012, anggarannya telah disetujui," katanya.
Menurut Syaipullah, hingga 2014 nasional mengalokasikan pencetakan sawah baru dan peningkatan produktivitas lahan hingga 500 ribu hektare, namun hingga kini baru tercapai 232 hektare.
Diharapkan sisanya, secara keseluruhan bisa diserap oleh petani Kalsel mengingat dana yang disiapkan cukup besar yaitu Rp8 juta per hektare./B*C
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.