"Laba yang diraih tahun 2015 sebesar Rp5,2 miliar dan laba 2016 diperoleh dari pendapatan penjualan air sebesar Rp84,4 miliar dan pendapatan non air Rp13,4 miliar,Martapura, (Antaranews Kalsel) - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Intan Banjar, Kalimantan Selatan, selama periode satu tahun sejak tanggal 1 Januari hingga 31 Desember 2016 meraih laba bersih sebesar Rp7,2 miliar.
Direktur Utama PDAM Intan Banjar Saiful Anwar di Kota Martapura, Kamis mengatakan, laba bersih yang diraih meningkat 38 persen dibandingkan laba tahun 2015.
"Laba yang diraih tahun 2015 sebesar Rp5,2 miliar dan laba 2016 diperoleh dari pendapatan penjualan air sebesar Rp84,4 miliar dan pendapatan non air Rp13,4 miliar," ujarnya.
Ia mengatakan, peningkatan laba tahun 2016 karena adanya peningkatan total pendapatan dan efisiensi biaya pada 2015 dengan pendapatan meningkat 12 persen dan biaya meningkat 10 persen.
"Peningkatan pendapatan air sebesar 7 persen, pendapatan non air menurun 10 persen dan pendapatan lain-lain yang berhasil dicapai selama satu tahun sebesar 468 persen," ungkapnya.
Menurut dia, produksi air bersih tahun 2016 mencapai 14,9 juta meter kubik dari 13,5 juta tahun 2015 dengan jumlah air didistribusi 14,8 juta meter kubik dan terjual 10,1 juta meter kubik.
"Produksi air bersih meningkat 10,30 persen, dan air yang didistribusikan naik 10,78 persen serta air bersih yang terjual naik sebesar 5,17 persen dibandingkan tahun 2015," ucapnya.
Dikatakan, pihaknya terus berupaya meningkatkan angka cakupan pelayanan yang sudah terealisasi sebesar 56,43 persen dengan jumlah pelanggan yang mencapai 71.019 sambungan langsung.
"Seluruh pelanggan sebanyak 71.019 sambungan tersebut tersebar hampir berimbang di Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru yang selama ini air bersihnya dilayani PDAM Intan Banjar," kata dia.
Ditambahkan, langkah lainnya yang dilakukan adalah mengurangi jumlah air yang didistribusikan tetapi tidak dapat dijadikan rekening sehingga menambah pendapatan perusahaan.
"Persentase kehilangan air pada 2016 mencapai 32,54 persen atau naik sebesar 0,96 persen dibanding 2015 sebesar 31,58 persen dan kami terus berupaya menurunkannya," kata dia.
Pewarta: Yose RizalEditor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026