Perusahaan pertambangan batu bara nasional, PT Adaro Indonesia yang beroperasi di Kabupaten Tabalong dan Balangan, Kalimantan Selatan, pada 2011 menyiapkan program pemberian beasiswa khusus untuk dokter spesialis.


Corporate Social Responsibility (CSR) Manager PT Adaro Indonesia, Abdurrahman di Dahai Office, sekitar 7 Km dari Paringin, ibu kota Balangan, Selasa, mengatakan program beasiswa diberikan untuk membantu pemenuhan kebutuhan dokter spesialis di RSUD Balangan.

"Kita telah melakukan pembicaraan dengan pemerintah daerah setempat mengenai prosedur dan pelaksanaan pemberian beasiswa khusus untuk pendidikan dokter spesialis tersebut," ujarnya.

Hingga saat ini, RSUD Balangan baru memiliki satu tenaga dokter spesialis yang telah aktif, yaitu dokter spesialis anak.

Sedangkan berdasarkan  standarisasi rumah sakit, setidaknya harus ada empat orang dokter spesialis yang bekerja dan aktif melayani kebutuhan kesehatan masyarakat di RSUD Balangan.

Karena itulah ujarnya, melalui program CSR PT Adaro Indonesia ikut berperan aktif dalam upaya pengadaan dokter spesialis dengan cara pemberian beasiswa.

"Namun hingga saat ini kita belum menerima kepastian siapa calon penerima beasiswa hasil seleksi dari Dinas Kesehatan setempat," katanya.

Pihak PT Adaro Indonesia sendiri sudah melakukan penjajakan dan pembicaraan dengan pihak Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin perihal beasiswa tersebut.

Dari hasil pembicaraan dengan pihak Fakultas Kedokteran diketahui bila saat ini masih dilakukan penerimaan mahasiswa baru untuk dokter spesialis.

"Kabar terakhir dari pihak Dinas Kesehatan setempat, mereka masih melakukan seleksi terhadap para calon sehingga pemberian beasiswa itu hingga kini belum bisa direalisasi," tambahnya.

Namun meskipun belum ada kepastian tentang calon penerima beasiswa itu, anggaran dana untuk keperluan tersebut telah disiapkan oleh PT Adaro Indonesia.

Beasiswa khusus untuk pendidikan dokter spesialis tersebut rencananya diberikan secara bertahap kepada satu orang yang lolos seleksi setiap tahunnya.

Tahapan tersebut berdasarkan ketentuan prioritas yang telah ditetapkan oleh Dinas Kesehatan setempat yaitu untuk pengadaan dokter spesialis kandungan, bedah umum, anastesi dan radiologi.

Untuk tahun pertama perkuliahan, penerima akan diberikan beasiswa sebesar Rp200 juta dan selanjutkan disesuaikan dengan kebutuhan sehingga besarannya berbeda dari tahun ke tahun.adi/B




Editor : Abdul Hakim Muhiddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026