Ke depan Organisasi Radio Amater Republik Indonesia (Orari) bukan hanya seperti selama ini, yaitu sebagai `ujung tombakBanjarmasin (Antaranews Kalsel) - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Organisasi Radio Amater Republik Indonesia H Abdin HH mengharapkan, Orari ke depan lebih meningkatkan peran.
"Ke depan Organisasi Radio Amater Republik Indonesia (Orari) bukan hanya seperti selama ini, yaitu sebagai `ujung tombak` komunikasi sosial, tapi hendaknya lebih meningkatkan peran," tuturnya kepada wartawan di Banjarmasin, Selasa.
Oleh karena itu, H Abidin asal Kalimantan Selatan (Kalsel) yang baru terpilih menjadi Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Orari tersebut mengatakan, salah satu prioritas program melakukan pembinaan anggotannya agar ke depan lebih meningkatkan peran.
Ia menerangkan, pembinaan anggota Orari itu antara lain peningkatan status keanggotaan melalui pelatihan serta uji kompetensi terlebih dahulu, dan menjalin kerja sama dengan berbagai pihak dalam upaya meningkatkan peran tersebut.
"Untuk pembinaan tersebut, saya akan berusaha mendatangi semua daerah di tanah air ini," tutur laki-laki separo baya yang mendapat kepercayaan sebagai Ketua Umum DPP Orari pada Munas X organisasi itu di Surabaya, Jawa Timur 25 - 27 November 2016.
Pengusaha asal Banjarmasin, Kalsel itu mengaku kaget ketika Munas X Orari di "kota pahlawan" Surabaya mendapat suara/dukungsa terbanyak untuk menjadi Ketua Umum DPP Orari periode 2016 - 2021.
"Pada ketika penyampaian visi misi, punya saya sangat sederhana, yaitu berjudul `membangun gubuk di alam nyata` bukan yang molok-molok. Kan percuma `membangun istana emas di alam hayal` yang belum tentu bisa terwujud," demikian H Abidin.
Sementara itu Ketua Orari Kalsel H Nahwan menambahkan, sistem komunikasi Orari tidak hanya berupa radio, tetapi belakangan juga bisa digital, sesuai perkembangan dan kemajuan teknologi.
"Apalagi sekarang Orari mempunyai satelit sendiri yang diluncurkan di India beberapa tahun lalu, sehingga sistem komunikasi bisa semakin canggih," katanya.
Sedangkan tes/seleksi untuk menjadi anggota Orari tersebut dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia, bukan kewenangan Orari. Namun keanggotaan Orari di Kalsel yang tersebar pada 13 kabupaten/kota 1000 orang lebih, demikian Nahwan.
Pewarta: SukarliEditor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.