Saat ini masih masa peralihan musim kemarau ke musim hujan sehingga potensi angin kencang cukup besar,
Banjarbaru, (Antaranews Kalsel) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Stasiun Klimatologi Kelas I Banjarbaru mengimbau masyarakat di Kalimantan Selatan waspada angin kencang di masa peralihan musim seperti sekarang ini.

"Saat ini masih masa peralihan musim kemarau ke musim hujan sehingga potensi angin kencang cukup besar," ujar Kepala Stasiun Klimatologi Banjarbaru Goeroeh Tjiptanto di Banjarbaru, Kamis.

Ia mengatakan, saat masa peralihan musim atau pancaroba baik peralihan musim kemarau ke musim hujan maupun sebaliknya cukup berbahaya sehingga masyarakat harus waspada.

Disebutkan, daerah yang berpotensi memunculkan angin kencang tersebar hampir di seluruh kabupaten dan kota di Kalsel sehingga masyarakat diimbau agar waspada setiap saat.

"Seluruh wilayah Kalsel berpotensi muncul angin kencang terutama daerah terbuka atau hamparan luas seperti di areal persawahan yang kurang adanya pepohonan," ungkapnya.

Menurut dia, kemunculan angin kencang sulit diprediksi karena setiap saat bisa muncul dan durasinya relatif singkat namun dampaknya bisa sangat merusak jalur yang dilaluinya.

"Kemunculan angin kencang tidak bisa diprediksi dan meski pun durasinya tidak terlalu lama tetapi bisa merusak apa saja di sepanjang jalur lintasan angin kencang itu," ujarnya.

Dikatakan, pihaknya memprakirakan seluruh wilayah Kalsel sudah memasuki musim hujan sejak awal Agustus 2016 dan saat ini memasuki masa peralihan musim atau pancaroba.

"Jika dibandingkan rata-rata awal musim hujan periode 1981-2010, awal musim hujan di Kalsel 2016/2017 terjadi sejak awal Agustus hingga memasuki awal Oktober," kata dia.

Ditambahkan, musim hujan di Kalsel tidak bisa diprakirakan berlangsung berapa lama, tetapi diprakirakan hujan mengguyur sampai akhir 2016 dengan curah hujan cukup tinggi.

"Prakiraan kami, musim hujan tahun ini berlangsung hingga bulan Desember dan puncaknya diperkirakan sejak awal bulan itu dengan curah hujan yang cukup tinggi," katanya.

Pewarta: Yose Rizal
Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026