Kita mengalokasikan 500 tanaman bambu untuk ditanam di bantaran sungai dengan harapan bisa memperoleh tatanan air yang seimbang sekaligus mencegah banjir dan kekeringan,Tanjung, (Antaranews Kalsel) - Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, melaksanakan program konservasi sumber daya air sebagai upaya mencegah banjir, kekeringan, dan erosi.
Kasubid Pemantauan Kualitas Lingkungan BLHD Kabupaten Tabalong Erfansyah di Tanjung, Sabtu, mengatakan kegiatan konservasi berupa penanaman bambu di bantaran sungai, masing-masing Desa Masukau dan Desa Kasiau di Kecamatan Murung Pudak.
"Kita mengalokasikan 500 tanaman bambu untuk ditanam di bantaran sungai dengan harapan bisa memperoleh tatanan air yang seimbang sekaligus mencegah banjir dan kekeringan," katanya.
Selain melakukan penanaman bambu, BLHD setempat juga menginventarisasi dan identifikasi sumber mata air di Desa Jaro, Desa Salikung di Kecamatan Muara Uya dan Desa Panaan di Kecamatan Bintang Ara.
Melalui kegiatan itu, diharapkan bisa mengantisipasi jika ada kandungan bahan logam atau berbahaya lainnya di sungai maupun sumber air di wilayah itu.
"Sampai saat ini belum kita temukan kandungan merkuri atau bahan logam berbahaya lainnya di Sungai Tabalong maupun sumber mata air yang diidentifikasi," kata Erfansyah.
Keberadaan sumber mata air di sejumlah desa, katanya, mendukung program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) dari pusat.
Sebanyak 12 desa sasaran pamsimas, masing-masing delapan desa mendapat bantuan dana APBN dan empat desa bersumber dari APBD kabupaten.
Desa-desa itu, di antaranya Desa Kasiau Raya, Desa Bongkang, Desa Mangkupum, Desa Kampung Baru, Desa Uwie, Desa Garunggung, Desa Kembang Kuning, serta Desa Bumi Makmur.
Pewarta: Herlina LasmiantiEditor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.