Saya minta tolong jangan sampai Presiden Jokowi datang ke Kalimantan Selatan
Suharyanto meminta Pemprov Kalsel harus mengoptimalkan keberadaan satgas darat sebagai gerbang terdepan pencegahan karhutla, untuk itu, dia menyampaikan karhutla ini harus menjadi perhatian serius seluruh pihak.

Lebih lanjut, dia mengatakan pekan depan BNPB menambah bantuan dua unit helikopter water bombing untuk memaksimalkan penanggulangan karhutla di Kalsel, sehingga total ada sebanyak delapan unit helikopter penanggulangan karhutla.

Kemudian pada 23, 24, dan 28 September, satgas akan melaksanakan teknologi hujan buatan di wilayah Kalimantan Selatan sebagai bantuan operasi menanggulangi karhutla, hal itu berdasarkan koordinasi dengan BMKG yang menyatakan pada tanggal tersebut ketebalan dan kelembapan awan sangat potensi untuk mendatangkan hujan buatan.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto (kedua kiri) saat memimpin rapat koordinasi dan evaluasi penanganan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dan kekeringan, di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Kamis (21/9/2023). (ANTARA/Tumpal Andani Aritonang)

Menurut Suharyanto, teknologi hujan buatan tersebut masih diperlukan karena musim kemarau belum berakhir hingga November mendatang.

“Mari kita lebih waspada dan hati-hati lagi, saya juga minta tolong laksanakan penegakan hukum karhutla tanpa kompromi, ini perintah Presiden Jokowi,” ungkap Suharyanto.

Sementara itu, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengatakan jumlah permintaan bantuan penanggulangan karhutla menggunakan water bombing tidak sebanding dengan jumlah helikopter yang tersedia.

Dia menyatakan pemerintah daerah telah mengerahkan segala sumber daya yang ada untuk menanggulangi karhutla dan kekeringan di Kalimantan Selatan.

Baca juga: Nelangsa petani Cabai Rawit Hiyung dihantam karhutla

Ia juga mengakui lokasi karhutla di wilayah gambut cukup sulit ditanggulangi oleh satgas, sehingga menurut dia kehadiran BNPB di Kalsel hari ini melaksanakan rapat koordinasi dengan satgas karhutla sangat penting untuk mencari solusi yang tepat menuntaskan bencana karhutla.

“Kita sudah melakukan berbagai upaya mengatasi karhutla dan kekeringan seperti mitigasi penyaluran air dari embung ke embung, membagikan air bersih ke masyarakat terdampak kekeringan, namun kita perlu kolaborasi bersama-sama mengatasi bencana ini,” tutur Sahbirin.

Pewarta: Tumpal Andani Aritonang
Editor : Taufik Ridwan

COPYRIGHT © ANTARA 2026