Tari Aruh Pengantin berasal dari Kotabaru, yang pernah menjuarai Festival Karya Tari Daerah se-Kalimantan Selatan di Banjarmasin Juli 2011, akan unjuk kebolehannya pada Festival Nasional Kesenian Tari Nusantara 2011, di Jakarta.
Sekretaris Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kotabaru, M Husin, di Kotabaru, Minggu, mengatakan, tari Aruh Pengantin berasal dari "Bumi Saijaan" Kotabaru itu merupakan wakil dari Kalimantan Selatan pada kegiatan tersebut.
"Bisa mewakili Kalsel dalam Festival Nasional Kesenian Tari Nusantara 2011 yang digelar Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI merupakan seuatu kebanggan tersendiri bagi Kotabaru," katanya.
Kepala Bidang Kebudayaan Disporabudpar Kotabaru, Rudi Nugraha, menjelaskan, tarian berdurasi sekitar 18 menit itu menggambarkan kebiasaan masyarakat Suku Banjar Kalimantan Selatan, dalam bekerja sama dan bergotong royong untuk mempersiapkan acara perkawinan dengan canda dan berbagai kelucuan yang terjadi.
Ia mengatakan, prosesi adat sebagai persiapan calon pengantin sebelum duduk di pelaminan, di antaranya, bekasai (lulur) dan betimung (mandi uap bermacam-macam kembang) juga dihadirkan dalam tarian itu.
Selain itu, kata Rudi yang juga koordinator teknis pementasan itu, kuda kepang perpantulan serta payung ubur-ubur menambah kemeriahan pengantin untuk bersanding, dengan sentuhan artistik dan kebutuhan garapan tari.
Selama di Jakarta, katanya, tim Kotabaru akan mondok di Puri Jaya, sedangkan tempat tampil di Gedung Kesenian Jakarta. Masing-masing daerah tampil selama 15-20 menit.
Jadwal tim Kotabaru, katanya, pada 21 September 2011.
"Nanti ada juga sarasehan seni, 'workshop', dan pameran publikasi," katanya.
Rencananya, tim tari yang berada di bawah Yayasan Pusaka Saijaan Kotabaru (YPSK) itu akan berada di Jakarta 19-25 September 2011, bersama utusan dari seluruh provinsi di Indonesia.
Rombongan kesenian dari Kotabaru tersebut sebanyak 45 orang, terdiri atas 14 penari, delapan pemusik, "official", petugas teknis, penata rias, penata busana, penata artistik, penata tari, properti, penata lampu, dan pejabat Disporabudpar.
Bahkan Sri Maria Ningsing selaku Ketua YPSK sekaligus pembina, dan Bupati Irhami Ridjani juga masuk daftar rombongan itu.
Tim seni di bawah binaan YPSK, selama ini telah memiliki prestasi yang cukup membanggakan dengan diraihnya berbagai kejuaraan baik di tingkat provinsi maupun nasional.
Empat kali tim itu juga tampil di negeri jiran Malaysia dalam "event" Pesta Gendang Nusantara (PGN) di Malaka./C
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.