Kebun kelapa sawit di Kecamatan Haruai dan Muara Uya cukup luas karena itu Program Integrasi Sapi Sawit kamilaksanakan di wilayah ini,Tanjung (Antaranews Kalsel) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabalong Kalimantan Selatan melanjutkan Program Integrasi Sapi-Sawit sebagai salah satu upaya pemerintah setempat dalam meningkatkan populasi sapi.
Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Tabalong Fahrial Fuaddy di Tanjung, Rabu, mengatakan Program Integrasi Sapi-Sawit dilaksanakan di Desa Hayup dan Desa Sidorejo karena kebun sawitnya cukup luas.
"Kebun kelapa sawit di Kecamatan Haruai dan Muara Uya cukup luas karena itu Program Integrasi Sapi Sawit kamilaksanakan di wilayah ini," jelas Fahrial.
Saat ini luas kebun sawit di `Bumi Saraba Kawa` itu mencapai 259 hektare sehingga potensi pakan ternak dari sisa pengolahan kelapa sawit dan lapangan rumputnya cukup besar.
Ia menjelaskan dalam Program Integrasi Sapi Sawit itu keterlibatan masyarakat/petani sangat diperlukan terutama yang bermukim di sekitar kebun sawit dengan pola pengelolaan sapi sistem intensif dan semi intensif.
Program Integrasi Sawit Sapi dalam jangka panjang diharapkan menghasilkan dampak positip bagi petani, kelompok tani atau peternak serta pemerintah daerah di antaranya pemanfaatan limbah sawit bisa lebih optimal, petani bisa berpartisipasi dalam bisnis/usaha sapi potong dan sapi bibit sehingga menambah lapangan kerja.
Salah satu kelompok tani dari Desa Hayup Kecamatan Haruai yakni Kelompok Tani Sunkis telah meraih penghargaan terkait pengelola kegiatan integrasi sapi sawit diantaranya juara I lomba kelompok tani ternak sapi tingkat Propinsi Kalimantan Selatan 2009 dan juara 3 lomba kelompok tani ternak sapi tingkat nasional pada tahun yang sama.
Selain Kabupaten Tabalong, Program Integrasi Sapi Sawit juga dilaksanakan di Kabupaten Tanah Laut, Tanah Bambu dan Kota Baru
Pewarta: Herlina LasmiantiEditor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.