Pewarna Antara Kalsel dari Banjarmasin yang melakukan perjalanan ke daerah hulu sungai atau tepatnya Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Jumat melaporkan, harga kambang yang biasa untuk ziarah kubur menjelang atau H-1 naik 100 persen, bahkan lebih.
Sebagai contoh kambang yang sudah dirangkai pada H-1 (1 Syawal 1444 H/22 April 2023) per kopak Rp10.000 bahkan mencapai Rp15.000, sedangkan sekitar sepekan sebelumnya Rp5.000.
"Ini harga lebaran, karena kami juga mau berhari raya - belikan baju anak-anak untuk hari raya," ujar Abdullah, salah seorang penjual kambang di Pasar "Jumahat" - Pagat (sekitar delapan kilometer dari Barabai ibukota HST) Kecamatan Batu Benawa.
Sementara Aminah, seorang pembeli menyatakan memaklumi kenaikkan harga kambang mendekati hari raya karena cuma setahun dua kali yaitu Hari Fitrah (Idul Fitri) dan Idul Adha (Hari Raya Haji).
Walau harga kambang naik dekat Idul Fitri 1444 H pembeli masih banyak, karena selain keperluan ziarah kubur, juga meletakkan di masjid dan buat mandi hari raya.
Sebagaimana tradisi urang Banjar pada umumnya menyambut lebaran mandi kambang atau "bakujamas" (bahasa daerah Banjar hulu) pada Subuh - pagi hari.
Tradisi mandi "banyu" kambang bagi urang Banjar masih lestari, kendati tidak mesti dengan kembang/bunga bermacam seperti cempaka, kenanga, melati dan mawar.
Pewarta: Syamsuddin HasanEditor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026