kami akan fokus menyelesaikan masalah-masalah yang menjadi hajat hidup orang banyak yang cukup mendesak, seperti masalah kekurangan air bersih, jalan rusak dan pelayanan kesehatan utamanya di rumah sakit
Kotabaru, (AntaranewsKalsel) - Pemerintahan H Sayed Jafar-Burhanudin program 100 hari kerja menjadi bupati dan wakil bpati Kotabaru, memfokuskan pada tiga sektor, yakni, masalah air bersih, infrastruktur dan kesehatan.

"Insya Allah, kami akan fokus menyelesaikan masalah-masalah yang menjadi hajat hidup orang banyak yang cukup mendesak, seperti masalah kekurangan air bersih, jalan rusak dan pelayanan kesehatan utamanya di rumah sakit," kata Bupati Kotabaru H Sayed Jafar, di Kotabaru, Senin.

Untuk masalah air bersih, ada beberapa langkah strategis yang sudah ditetapkan untuk mengantisipasi masalah kekurangan air bersih di kalah musim kemarau di Kotabaru.

Bidang air bersih, pembangunan bendungan Gunung Tirawan yang akan menelan dana sedikitnya Rp35 miliar, belum termasuk ganti untung kebun masyarakat untuk lokasi bendungan.

Tim Appraisal atau penilai dan masyarakat pemilik lahan sepakat harga ganti rugi lahan yang akan digunakan untuk bendungan Tirawan Rp30.000 per meter.

Harga tersebut belum termasuk ganti tanam tumbuh yag besarnya berfariasi, tergantung jenis tanamannya.

Tahap pertama luas lahan yang akan diganti rugi kurang dari lima hektare yang dimiliki oleh 18 warga Desa Tirawan, Kecamatan Pulaulaut Utara, Kotabaru.

Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kotabaru Nor Ipansyah mengemukakan, pembangunan Bendungan Tirawan akan menelan dana sekitar Rp35 miliar yang bersumber dari dana APBN.

Apabila Bendungan Tirawan tersebut sudah difungsikan, diharapkan mampu menampung air bersih sekitar 175 ribu meter kubik, seperti kapasitas Waduk Gunung Ulin, yang mampu untuk mengantisipasi kekurangan air bersih kepada pelangganya selama 3-4 bulan pada musim kemarau.

Kedepan, pemerintah daerah tinggal menyiapkan sarana yang lainnya, seperti Water Treatmen Plan (WTP) atau pengolahan air bersih dengan kapasitas 50 liter per detik.

Kedua, Sayed Jafar juga membuat kebijakan khusus untuk membuat sumur bor untuk membantu mengantisipasi kekurangan air bersih bagi maysrakat yang tidak terjangkau oleh distribusi PDAM.

"Alhamdulillah, kami sudah melakukan pengeboran di beberapa titik dan airnya cukup bagus dan bisa langsung diminum seperti air mineral botolan/kemasan yang dijual dan beredar di masyarakat," jelas Bupati.

Sayed Jafar enggan menyebutkan lokasi titik sumur bor, guna mengantisipasi melonjaknya harga lahan ganti untung.

Selain itu, Pemkab Kotabaru melalui PDAM juga berupaya untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas air bersih bendungan Gunung Ulin dan sumber air bersih yang lainnya, untuk didistribusikan kepada pelangganya.

Pewarta: Imam Hanafi
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026