Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming yang juga sebagai Ketua Team Bekantan Kalimantan Selatan, di Batulicin, Selasa mengatakan, gelaran Meratus Expedisi (MEX) Kalsel merupakan perjalanan ekspedisi extreme selama delapan hari.
Delapan hari itu mulai 16-23 April 2016 yang diikuti offroader yang akan menjelajahi alam liar Pegunungan Meratus di Kalimantan Selatan.
"Kegiatan Maratus Exspedisi merupakan event bersama dari IOX-Adventure Club bekerja sama dengan IUTV Club Indonesia memperebutkan hadiah sebesar Rp650 juta dengan jumlah peserta sebanyak 90 kendaraan jenis 4x4," katanya.
Ia mengatakan, perjalanan ekspedisi extreme itu mengemban misi pariwisata, budaya dan lingkungan hidup serta flora dan fauna. Karena jalur yang dilalui akan melewati wilayah-wilayah yang memiliki potensi dan destinasi wisata di Kalimantan Selatan.
Menurutnya, Pegunungan Meratus memiliki keindahan alam yang indah hutan, sungai, flora serta faunanya dapat dilihat disepanjang rute perjalanan MEX 2016.
Adapun panjang lintasan Meratus Ekspedisi sepanjang 374 KM, dengan rute yang dilewati yaitu Start dari Kota Banjarbaru menuju wisata Awang Bangkal, Sumber Baru, Gunung Tawakan, Kawakai, Inijoa, Lapangan Golf Batulicin dan finish di Pantai Pagatan Kabupaten Tanah Bumbu tepat pada tanggal 23 April 2016.
"Meratus Expedition 2016 ini merupakan event ekspedisi terpanjang dan terextreme tingkat kesulitan tracknya, oleh karena itu, para off-roader harus mengutamakan keselamatan pada saat menjelajahi medan yang penuh tantangan itu," katanya.
Dijelaskan, para offroader akan mandiri selama perjalanan di dalam hutan karena tanpa support car dan tanpa melewati jalur umum. Dan tantangan yang disuguhkan membutuhkan konsentrasi, kesabaran, skill, hingga tenaga para offroader.
Gubernur Kalsel Syahbirin Noor sangat berterimakasih dengan diselenggarakannya acara Meratus Expedition. Dimana Kalimantan Selatan bisa memperkenalkan ragam wisata dan budaya kepada offroader yang bukan hanya datang dari belahan nusantara akan tetapi juga dari manca negara.
Pewarta: Sujud MarionoEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.