Jembatan pada ruas jalan poros di lokasi Desa Tamunih, Kecamatan Kusan Hulu, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan runtuh setelah terbakar yang diduga akibat ulah oknum warga yang tidak bertanggung jawab.


Seluruh bagian jembatan yang awalnya terbuat dari balokan kayu-kayu bersar terlihat sudah menjadi puing bekasnya dimakan api dan sebagian larut kedalam alirang sungai.

"Kami dapat laporan dari Dandim dan Kapolres bahwa ada indikasi jembatan memang sengaja dibakar. Kejadianya 30 Agustus 2011 dan ambruk 2 September 2011," kata Bupati Tanah Bumbu, Mardani H Maming, saat meninjau lokasi tersebut, Rabu.

Runtuhnya jembatan yang panjangnya mencapai 41 meter dan lebar sekitar 7 meter terbut membuat arus transportasi pada ruas jalan poros yang letaknya tepat di kawasan perbatasan Kabupaten Tanah Bumbu dengan Kabupaten Banjar menjadi terputus.

Ada sekitar tiga desa yang masyarakatnya nyaris terisoler karena tidak bisa mengakses perjalanan ke pusat kota akibat terputusnya ruas jalan tersebut.

Ketiga desa itu antara lain Desa Dadap, Batu Bulan, dan Desa Tamunih.  Jumlah penduduknya mencapai sekitar 1000 KK yang dipastikan sulit melakukan akses perjalanan ke kota akibat runtuhnya jembatan itu.

Belum diketahui pelaku yang menyebabkan terbakarnya jembatan. Pemerintah dan aparat masih terus berusaha melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

Untuk sementara, pemerintah akan membangun jembatan Belly (jembatan gantung) untuk menggantikan jembatan yang runtuh. Jembatan belly dimaksudkan sebagai alternatif sementara untuk mempermudah akses masayarakat pada jalur tersebut.

"Kalau dibangun jembatan kayu saya kawatir dibakar lagi orang yang tidak bertanggung jawab. Karena kejadian ini sudah yang kedua kali. Sebelumnya juga pernah terbakar pada 2007," jelas bupati.yanto/B




Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026