Dari 63 sekolah yang melaksanakan Ujian Nasional, hanya SMPN 1 Barabai yang melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK)Barabai, (AntaranewsKalsel) - Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) hari pertama baik Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) maupun Paper Based Test (PBT) di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, lancar dan diyakini hasilnya akan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
Beberapa peserta ujian nasional hari pertama dengan mata pelajaran bahasa Indonesia, Senin di Barabai mengatakan, tidak ada kendala pada saat pengerjaan soal, baik untuk peserta ujian menggunakan komputer, atau peserta yang menggunakan naskah soal.
Kepala Bidang Dikmen Dinas pendidikan HST H Rahmadi mengungkapkan Ujian Nasional tingkat SMP/MTs di HST, diikuti sebanyak 4304 peserta, terdiri dari 2.049 siswa SMP dan 2.255 siswa MTs yang berlangsung mulai 9-12 Mei.
"Dari 63 sekolah yang melaksanakan Ujian Nasional, hanya SMPN 1 Barabai yang melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK)," katanya
Menurut Rahmadi, tidak ada kendala berarti pelaksanaan ujian hari pertama, baik soal listrik atau jaringan internet, semuanya aman terkendali.
Dari pantauan, di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Batu Benawa juga berjalan tertib dan lancar. Ujian dimulai pukul 07.30-09.30 wita, para siswa dan panitia UN lebih awal datang ke madrasah.
Ketua panitia UN Saibani mengatakan, pada hari pertama UN berjalan dengan lancar dan kondusif tanpa ada masalah yang berarti, diharapkan hal tersebut akan terus berlangsung hingga hari terakhir pelaksanaan UN.
"Khusus UN di MTsN Batu Benawa diawasi 16 pengawas silang dari madrasah lain, yang memiliki tempat tinggal tidak jauh dari wilayah kecamatan Batu Benawa yang menjadi lokasi madrasah kami dan di ikuti sebanyak 150 siswa," katanya.
Menurut dia, dari 64 siswa tersebut, laki-laki dan 86 siswa perempuan dengan ruangan 8 lokal terdiri dari 7 lokal besar yang berisi 20 siswa dan satu lokal kecil berisi 10 siswa.
Lebih lanjut dia mengatakan, agar para pengawas memperhatikan dan membantu peserta UN dalam pengisian biodata agar tidak keliru,
"Akibatnya fatal apabila pengisian biodata sampai salah, karena semua data dan jawaban tidak dapat terbaca oleh komputer karena datanya tidak lengkap," katanya.
Pewarta: Taupik RahmanEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.