Berdasarkan data dari Tim Penyelamat Bhalink-Bhalink Rescue, selama bulan Ramadhan terjadi 14 kasus kebakaran di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan.
Menurut anggota Tim Penyelamat Bhalink-Bhalink Rescue setempat, Bayu, Minggu kerugian yang diderita para korban akibat peristiwa itu mencapai Rp2 miliar lebih.
"Meskipun kebakaran yang terjadi semuanya hanya menimpa satu buah rumah, tetapi tidak ada satupun barang yang berhasil diselamatkan pemiliknya," ujarnya.
Rata-rata, peristiwa kebakaran tersebut juga meludeskan bangunan rumah secara keseluruhan karena terjadinya bertepatan dengan sholat tarawih.
"Untungnya berkat kesiapsiagaan kita dan Barisan Pemadam Kebakaran yang ada, kebakaran tidak sampai meluas hingga kerugian tidak bertambah," katanya.
Musibah kebakaran yang terjadi cukup banyak di HSS selama Ramadhan diperkirakan karena bertepatan dengan musim kemarau.
Hal tersebut menyebabkan cuaca cukup panas dan angin yang berhembus kencang pada malam hari serta keringnya sumur dan sungai hingga menyulitkan proses penanganan kebakaran.
Sementara itu, berdasarkan data dari Polres setempat, selama Ramadhan lalu telah terjadi lima kali kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor).
"Selain itu telah terjadi pula tiga kali kasus pencurian dengan kekerasan (Curas), empat kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) dan penganiyayaan sebanyak lima kasus," ujar Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Polres setempat, Kompol Arif WB.
Selama arus balik lebaran kali ini, diyakini tingkat Lakalantas akan dapat ditekan.
"Kita telah melakukan berbagai upaya penekanan Lakalantas melalui pemantauan dan pengamanan agar arus balik dapat berlangsung lancar dan aman," katanya.
Kasus Lakalantas yang terjadi rata-rata pada malam hari dimana arus lalu lintas sedang sepi sehingga pengendara cenderung memacu kendaraan mereka lebih kencang.
Namun semua kasus Lakalantas yang terjadi tidak sampai mengakibatkan korban jiwa, hanya luka lecet dan memar saja, demikian Kompol Arif WB./adi*C
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.