Sejak air sungai Barito berubah rasa menjadi asin, sejumlah warga rame-rame menjual air bersih yang diperoleh dari pipa Perusahaan Daerah Air Minum Bandarmasih, Banjarmasin seharga Rp2.000-Rp3.000 per jerigen isi 25 liter.

Pantauan ANTARA, Selasa, warga tersebut menjual air leding dengan menggunakan gerobak dorong, mobil pikc up L300 serta roda tiga jenis Tossa ke rumah-rumah warga yang ada di Kecamatan Alalak Berangas dan sekitarnya.

Salah satu penjaja air bersih menggunakan gerobak dorong,  Alfian, mengatakan, sejak air sungai Barito berubah jadi asin warga beralih menggunakan air leding untuk minum dan keperluan sehari-hari seperti mandi dan mencuci.

"Mulai Juli lalu penjualan air leding sudah ramai dengan harga Rp2.000-Rp2.500 per jerigen, namun pada saat musim hujan Rp1.000-Rp1.500 saja," kata Alfian.

Ia menambahkan harga air bersih PDAM Bandarmasih milik Pemko Banjarmasin tersebut pada bulan Agustus bertepatan bulan Ramadhan 1432 H harga air menjadi Rp25.00-Rp3.000 per jerigen karena lebih susah mengangkutnya saat puasa.

Menurut Alfian, saat Ramadhan permintaan air bersih meningkat sehingga dalam satu hari bisa menjual 150 jerigen, namun kadang tak bisa memenuhi permintaan karena hanya mengandalkan angkutan gerobak.

Apalagi jarak mengantar ke rumah warga agak masuk ke dalam komplek perumahan maka hal itu mempengaruhi harga air.

"Jarak Banjarmasin dengan Kecamatan Alalak, Batola cuma sekitar 100 meter saja, hanya dipisahkan Sungai Alalak Barangas tapi jalannya menanjak saat menaiki Jembatan Kayu Tangi ujung," kata Alfian.

Toni yang juga penjual air bersih menggunakan mobil pick up mengatakan, permintaan air bersih ke Kabupaten Barito Kuala selalu ramai sejak perubahan musim hujan ke musin kemarau karena saat ini di kabupaten yang berdekatan dengan Banjarmasin itu banyak dibangun komplek perumahan.

Sementara PDAM milik Pemkab.Batola sendiri saat air berubah asin tak mampu menjadikan air benar-benar bersih, tetapi masih agar keruh dan berasa asin.

Badiah, seorang warga yang tinggal di dekat  terminal Handil Bakti, Batola, mengaku tiap hari membeli air leding sebanyak 50 jerigen untuk keperluan rumah tangga serta untuk mengisi bak air WC umum yang dipeliharanya.

"Rata-rata sehari saya beli air leding sebanyak Rp1.000 dari pembelian 50 jerigen dikali Rp2.000, karena air PAM milik Pemkab Batola saat ini berasa "hanta" atau asin dan agak sepet," kata Badiah.

Para penjual air bersih di Banjarmasin selain menggunakan angkutan darat juga dengan angkutan sungai seperti perahu kayu bermesin atau kelotok.

Beberapa buah tandon berisi air sekitar 400 liter disusun dalam kelotok kemudian dijajakan ke perkampungan warga di sepanjang Sungai Barito atau pelosok desa yang ada jalur angkutan sungainya./Asm*C


Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026