Pemerintah Daerah Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, membentuk Dewan Peningkatan Mutu Pendidikan yang segera diresmikan seusai lebaran ini, ujar Bupati setempat, Sefek Effendie.

"Pembentukannya sudah dilakukan sepanjang bulan Ramadhan lalu dan secepatnya akan diresmikan setelah aktivitas pemerintahan berjalan normal," ujarnya di Paringin, ibu kota Balangan, Sabtu.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan setempat, Hardi Basuki di Barabai, ibu kota Hulu Sungai Tengah Sabtu, petugas disiagakan bukan hanya di Puskesmas tetapi juga di posko-posko yang dibangun pada beberapa titik rawan kecelakaan.

"Petugas kesehatan di beberapa Puskesmas di jalur lintas provinsi kita siagakan sejak H-7 hingga H+7 untuk menangani korban kecelakaan yang mungkin ada saat arus mudik dan arus balik Lebaran ini," ujarnya.

Dari hasil koordinasi dengan instansi terkait lainnya seperti kepolisian dan Dinas Perhubungan Telekomunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) setempat, telah ditentukan lima titik rawan kecelakaan.

Lima titik rawan kecelakaan itu masing-masing di simpang tiga Kapar, simpang tiga Murakata yang merupakan pintu gerbang masuk kota, Pantai Hambawang, Simpang Sepuluh dan Telang yang berada di jalur lintas provinsi.

"Petugas disiagakan penuh termasuk sarana dan prasarana kesehatan seperti obat-obatan dan mobil ambulans," katanya.

Selain titik-titik rawan di jalur lintas provinsi, petugas kesehatan juga disiagakan pada posko khusus di kawasan perkotaan.

Untuk kawasan perkotaan, petugas kesehatan disiagakan dan ditempatkan di dua posko yaitu di yaitu terminal Pasar Keramat Barabai dan terminal Pantai Hambawang.

"Petugas kesehatan juga disiagakan di beberapa kawasan wisata seperti Pagat Batu Benawa, Lok Laga dan Banyu Panas namun hanya sampai H +4," tambahnya.

Petugas kesehatan yang disiagakan di titik rawan kecelakaan, bertugas memberikan pelayanan kesehatan dan pertolongan pertama saat terjadi kecelakaan.

Bila saat kecelakaan pertolongan pertama tidak berhasil, maka akan segera di bawa ke RSUD H Damanhuri Barabai untuk mendapatkan pertolongan lanjutan.

Layanan kesehatan yang diberikan kepada korban kecelakaan saat arus mudik dan balik tidak dipungut biaya, kecuali korban yang harus mendapat perawatan intensif di rumah sakit, demikian Hardi Basuki./adi*C




Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026