Saya sebagai menteri agama sangat bersyukur Kalimantan Selatan sejak dulu terkenal sebagai daerah yang damai, relatif tidak ada konflik berbasis agama
Banjarmasin (Antaranews Kalsel) - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan Provinsi Kalimantan Selatan hebat dalam menjaga kerukunan antar umat beragama.


Dia menyatakan hal tersebut saat membuka rapat kerja Kanwil Kementerian Agama Kalsel dan pertemuan tokoh agama se-Kalsel di Aula Hotel Rattan Inn, Banjarmasin, Rabu.

"Saya sebagai menteri agama sangat bersyukur Kalimantan Selatan sejak dulu terkenal sebagai daerah yang damai, relatif tidak ada konflik berbasis agama," ujarnya.

Dia menyatakan, kerukunan antar umat beraga di tanah Lambung Mangkurat ini terjalin dengan baik berkat para tokoh agama dan para umara atau pemimpin daerahnya yang terus bahu membahu menjaga perdamaian ini.

"Karenanya saya hadir langsung di acara ini untuk mengucapkan terimakasih dan apresiasi yang tinggi bagi masyarakat Kalsal atas terjaganya siatuasi yang damai dan indahnya antar umat beraga berdampingan selama ini," tuturnya.

Selain itu, dirinya mewakili presiden, ucap Lukman, tetap meminta masyarakat Kalsel untuk terus bisa waspada dengan tantangan kedepan yang cukup berat ini, di mana bencana penyahgunaan narkoba dan radikalisme sangat mengancam.

"Jadi saya tekankan, ketahanan keluarga menjadi salah satu strategi yang tangguh membentengi diri dari komunitas yang paling kecil, hingga bisa terhindar dari ancaman narkoba dan paham radikalisme," ungkapnya.

Menurut dia, peran orangtua saat ini sangat vital adanya untuk menjaga anak-anaknya dari arus lembah kesesatan paham-paham agama yang memecah belah kesatuan dan persatuan anak negeri ini.

"Pokoknya semuanya harus terus waspada, ayo kita tangkal bersama paham-paham yang memecah belah persatuan bangsa ini, jangan sampai diberi peluang masuknya ajaran sesat," ujarnya.

Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor menyatakan, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota akan terus berupaya menjaga kedamaian daerah ini, di mana segela bentuk aliran yang bisa menggoyang NKRI di tanah Kalsel ini, harus ditindak tegas.

"Ini harus kita perjuangkan bersama, di mana ada bibit-bibit yang bisa mengancam perdamaian di daerah ini harus segera dibasmi," tegasnya.

Bagi dia, langkah para tokoh agama dan masyarakat daerah ini yang membantu pemerintah daerah untuk menjaga perdamaian antar umat beragama sudah sangat maksimal, hingga kewaspadaan saja lagi yang ditingkatkan.

"Karena kapan saja ancaman itu akan bisa datang, sehingga kita jangan sampai lengah atau membiarkan adanya bibit-bibit yang bisa merusak persatuan dan persaudaraan di daerah ini," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Kalsel H M Tambrin menyatakan, dalam rapat kerja yang pihaknya gelar selama dua hari ini melibatkan sekitar 900 peserta, yakni, dari Kemenag Kalsel dan 13 Kabupaten/kota, termasuk para kepala KUA dan kepala Madrasah.

Menurut dia, adapun poin yang dibahas dalam rapat kerja ini diantaranya peningkatan kualitas pemahaman dan pengamalan ajaran agama, pelayanan kehidupan beragama, kerukunan umat beragama.

"Sebagaimana diketahui, daerah kita yang berpenduduk sekitar 4 juta jiwa ini persentasinya 96,67 persen penduduk muslim, hingga mayoritas ini harus bisa menjaga toleransi antar umat beragama yang memiliki kepercayaan lain," pungkasnya.


Pewarta: Sukarli
Editor : Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026