"Kalau waspada kebakaran hutan dan lahan tahun ini sumberdaya manusia di daerah kita sudah cukup siap menanggulanginya, sebab kita dibantu masyarakat yang menamakan diri Masyarakat Peduli Api (MPA)," ujarnya di Banjarmasin, Senin.
Menurut dia, MPA-MPA ini hampir ada di setiap kabupaten/kota di daerah ini, utamanya di daerah-daerah yang cukup rawan terjadinya kebakaran, ibaratnya langganan kebakaran setiap tahunnya.
"Jadi setiap grup MPA itu anggotanya berkisar antara 50-60 orang, jadi ribuan sudah daerah kita punya masyarakat yang perduli untuk turun mencegah atau memadamkan kebakaran hutan ini," bebernya.
Dinyatakan dia, MPA-MPA ini mendapat binaan dan didikan dari instansinya, yang salah satu visinya memberikan sinyal dini apabila terjadinya kebakaran lahan atau hutan di sekitar wilayah tinggalnya, untuk segera melapor ke Manggala aksi.
"Dapat laporan itu, Manggala aksi akan segera bertindak, kemudian melaporkan lagi ke posko terpadu yang juga akan segera bertindak, jadi teroganisir semuanya," papar Racmadi Kurdi.
Dengan harapan, ungkap dia, kebakaran hutan bisa segera tertangani dengan cepat nantinya, sehingga tidak menjadi kejadian besar yang merusak hutan dan lahan gambut, imbasnya bencana asap kembali terjadi yang mengancam jiwa manusia.
"Persiapan lainnya lagi, peralatan pemadam kebakaran hutan dan lahan ini juga ditingkatkan, bahkan bantuan pusat ini juga mulai datang," ujarnya.
Menurut dia, kewaspadaan untuk kesiap siagaan SDM dan peralatan pemadam kebakaran ini akan dititik beratkan di wilayah kabupatan yang banyak lahan kosong, seperti Tanah Laut, Kabupaten Banjar, Kotabaru dan Barito Kuala.
"Kewaspadaan dini kita galakkan dari saat ini, di mana ada informasi terdeteksi titik api segera dilakukan pemantauan, sebab tidak bisa dibiarkan, takutnya akan menjadi besar," paparnya.
Apalagi lahan gambut, beber Racmadi Kurdi, akan mendapat pengawasan yang ekstra, sebab akan sangat sulit dipadamkan.
"Kita tidak ingin terjadi seperti tahun lalu yang sekitar 35 persen kawasan hutan kita terbakar, selebihnya non kehutanan, termasuk lahan gambut ini," ucapnya.
Pewarta: SukarliEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.