Barabai (ANTARA) - Kain sasirangan khas Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan (Kalsel) diperkenalkan dalam Pameran Kriyanusa sebagai upaya memperluas jangkauan pemasaran produk kerajinan lokal, sekaligus membuka peluang pasar bagi pelaku UMKM dan perajin di daerah.

Keikutsertaan sasirangan HST dalam ajang yang mengangkat tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia” tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan produk khas daerah kepada masyarakat dari berbagai wilayah.

"Kehadiran sasirangan HST dalam Kriyanusa 2026 diharapkan dapat meningkatkan pengenalan terhadap produk lokal sekaligus memperluas akses pemasaran bagi para perajin," kata Ketua Dekranasda HST Ny. Deni Era Samsul Rizal di Barabai, Kamis. 

Menurutnya, sasirangan memiliki potensi untuk terus dikembangkan, bukan hanya sebagai bagian dari kekayaan budaya, tetapi juga sebagai produk ekonomi kreatif yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Baca juga: Dekranasda HST promosikan kekayaan budaya dan kerajinan pada INACRAFT 2025

“Harapannya, sasirangan Hulu Sungai Tengah semakin dikenal masyarakat luas dan mampu membuka peluang pasar yang lebih besar bagi UMKM serta para perajin,” ucapnya.

Bagi Ny. Deni, perluasan pasar menjadi penting untuk keberlangsungan usaha perajin, dengan semakin banyak masyarakat yang mengenal dan menggunakan sasirangan, peluang peningkatan penjualan dan pengembangan usaha juga semakin terbuka.

Pameran Kriyanusa 2026 berlangsung pada 26–30 September 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, dengan menghadirkan 410 booth dengan 257 peserta dari berbagai unsur, termasuk Dekranasda dan pelaku UMKM.

Produk yang ditampilkan berasal dari beragam bahan dan daerah, dengan mengedepankan nilai estetika, budaya, tradisi, fungsi, serta kearifan lokal.

Dalam konteks tersebut, sasirangan HST tidak hanya ditampilkan sebagai kain tradisional, tetapi juga sebagai produk yang memiliki peluang untuk dikembangkan mengikuti kebutuhan pasar tanpa meninggalkan identitas budayanya.

Baca juga: Pemkab HST-Dekranasda tampilkan berbagai kerajinan sasirangan binaan di Kalsel Expo 2025
Baca juga: Pemkab HST dukung pelestarian budaya lokal lewat lomba Sasirangan

Peluang promosi melalui pameran berskala nasional diharapkan dapat mempertemukan produk sasirangan dengan calon konsumen, pelaku usaha maupun jaringan pemasaran dari luar daerah.

Perluasan pemasaran juga diharapkan memberikan dampak berkelanjutan bagi ekosistem usaha sasirangan di Hulu Sungai Tengah.

"Meningkatnya permintaan dapat menjadi dorongan bagi perajin untuk meningkatkan produksi, menjaga kualitas, serta melakukan inovasi terhadap desain dan produk," ujar Ny. Deni. 

Dengan demikian, sasirangan dapat terus berkembang sebagai warisan budaya sekaligus menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat yang terlibat dalam proses produksinya.

Ketua Dekranasda HST Ny. Deni Era Samsul Rizal juga berharap promosi sasirangan tidak berhenti pada kegiatan pameran, tetapi berlanjut melalui terbukanya akses pasar dan peluang kerja sama yang dapat dirasakan langsung oleh UMKM dan perajin.

“Semoga semakin banyak masyarakat yang mengenal, menghargai, membeli, dan menggunakan produk sasirangan HST, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh para perajin dan pelaku UMKM,” harapnya.



Pewarta: Muhammad Hidayatullah
Editor : Mahdani

COPYRIGHT © ANTARA 2026