hasil evaluasi dari UNBK selama ini, perolehan nilai jauh lebih baik daripada sistem manualBanjarmasin (Antaranews Kalsel) - Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Selatan Ngadimun menyatakan, Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di provinsinya akan terus berlanjut dan ditingkatkan jumlah sekolah yang menjadi peserta.
Pernyataan itu usai rapat bersama Panitia Khusus (Pansus) IV DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) yang membahas bidang kesra Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Kepala Daerah Provinsi setempat tahun anggaran 2015, di Banjarmasin, Rabu.
Pasalnya, menurut mantan Penjabat Bupati Hulu Sungai Tengah (HST), Kalsel itu, sistem UNBK banyak nilai positifnya, baik bagi pribadi peserta ujian maupun sekolah serta daerah.
Sebagai contoh hasil evaluasi dari UNBK selama ini, perolehan nilai jauh lebih baik daripada sistem manual, ujarnya menjawab anggota Press Room DPRD Kalsel.
Mengenai pelaksanaan UNBK di Kalsel, dia mengatakan, hal itu berdasarkan laporan kesiapan dari sekolah yang bersangkutan, bukan penunjukan pihak Dinas Pendidikan (Disdik).
Oleh sebab itu, Kepala Disdik Kalsel yang bergelar doktor dan magister manejemen tersebut, kurang sependapat kalau ada yang mengatakan UNBK terkesan dipaksakan.
"Hanya saja ke depan kita akan lebih koordinasikan mengenai kesiapan jaringan agar pelaksanaan UNBK berjalan lebih lancar. Tapi yang jelas, pelaksanaan UNBK di Kalsel 2016 lebih baik dari 2015," demikian Ngadimun.
Sementara Ketua Pansus LKPj 2015 bidang IV H Puar Junaidi yang juga anggota DPRD Kalsel berharap, pelaksanaan UNBK 2017 di provinsi yang terdiri 13 kabupaten/kota lebih baik lagi dari 2016.
Karena itu, politisi senior Partai Golkar bergelas sarjana sosial tersebut menyarankan, agar Disdik menginventarisasi permasalahan selama ini dan perkiraan masalah yang mungkin muncul pada pelaksanaan UNBK di Kalsel 2017.
"Belajar dari pengalaman masa lalu serta mengacu pada perkiraan-perkiraan kemungkinan permasalahan yang muncul saat pelaksanaan UNBK tersebut, kita hendaknya bisa mengantisipasi, agar ujian itu berjalan lancar," demikian Puar.
kretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kalsel Amka yang juga Ketua Panitia Ujian Nasional (UN) 2016 di provinsi itu menerangkan, di provinsinya ada 400 lebih sekolah lanjutan tingkat atas (SLTA) yang mengikuti UN tersebut.
Namun dari ratusan SLTA tersebut baru 64 di antaranya yang menyatakan siap menyelenggarakan UNBK 2016, yaitu 23 Sekolah Menengah Atas (SMA) dan 41 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Pewarta: Syamsudin HasanEditor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.