Kepala Dinas Peternakan Kalimantan Selatan Hj Maskamian Andjam menyatakan, pihaknya akan membuat penggembalaan kerbau rawa yang terdapat di provinsi tersebut.

Pernyataan itu menanggapi permasalahan yang dikemukakan peserta pertemuan lokakarya kelompok intesifikasi penyelamat bantuan produktif (IPBP) se Kalimantan Selatan (Kalsel), di Banjarmasin, Rabu.

"Kita akan coba plot, membuat kawasan penggembalaan kerbau rawa, guna lebih memudahkan peternak menggembelakan kerbaunya," tandas kepala dinas perempuan satu-satunya yang bergelar doktor di jajaran pemerintah Provinsi (Pemprov) tersebut.

Rencana pembuatan kawasan penggembalaan kerbau rawa tersebut antara lain di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Hulu Sungai Tengah (HST) dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).

Pada tiga kabupaten di daerah hulu sungai atau "Banua Enam" Kalsel itu banyak terdapat kerbau rawa, yang bisa menunjang ketahanan swasembada daging di provinsi yang terdiri 13 kabupaten/kota dan kini berpenduduk sekitar 3,6 juta jiwa.

"Sebenarnya kita bisa masuk swasembada daging. Tapi berdasarkan hasil sensus Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel, ternyata kita belum masuk kategori swasembada daging," katanya.

"Oleh sebab itu, kita harus bekerja lebih keras lagi untuk mencapai swasembada daging dalam waktu yang tidak terlalu lama," demikian Maskamian Andjam.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPR-RI H Syaifullah Tamliha dari Partai Persatuan Pembangunan mengatakan, swasembada daging bukan cuma berupa daging sapi, tapi juga berasal dari kerbau.

"Memang daging kerbau agak kasar dan tidak sehalus daging sapi. Tapi juga bisa sebagai pemenuh kebutuhan konsumsi daging," tandas wakil rakyat dari PPP asal daerah pemilihan (Dapil) Kalsel itu.

Karenanya pemeliharaan kerbau juga tetap menjadi perhatian, terutama pada daerah-daerah yang memiliki potensi untuk pengembangan hewan besar tersebut, demikian Syaifullah Tamliha.Sebelumnya seorang peserta lokakarya kelompok IPBP se Kalsel asal Kecamatan Paminggir HSU, meminta, pemerintah agar membuatkan kawasan penggembalaan kerbau rawa yang terdapat di wilayah itu.

"Sebab kawasan penggembalaan yang ada selama ini sudah kurang memadai untuk keperluan makan kerbau rawa, sehingga sulit untuk pengembangan," kata peserta dari Paminggir tersebut./shn*C




Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026