Penumpang feri penyeberangan milik PT Angkutan Sungai, Danau dan Kepulauan (ASDP), Cabang Batulicin, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, beberapa hari ini mulai meningkat.

Pantauan ANTARA di pelabuhan kapal penyeberangan Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu,
tampak barisan kendaraan roda dua dan roda empat yang antre sudah hampir satu jam menunggu feri tiba, untuk diseberangkan ke pelabuhan Tanjung Serdang, Kabupaten Kotabaru.

Mereka datang dari berbagai kota di Kalimantan Selatan, misalnya Banjarmasin, Tanah Bumbu, dan Tanah Laut, bahkan juga ada sebagian dari Kabupaten Paser, Tanah Grogot, Kalimantan Timur.

Antrean kendaraan roda dua dan roda empat juga terjadi di pelabuhan Tanjung Serdang Kotabaru.
Dibandingkan dengan kendaraan roda empat, jumlah kendaraan roda dua yang antre di dua pelabuhan penyeberangan tersebut jauh lebih besar.

Seorang penumpang asal Kotabaru di pelabuhan Tanjung Serdang, Muhammad Kirom, buru-buru masuk ke pintu feri.
Ia takut tidak bisa terangkut, karena kapal sudah dipenuhi kendaraan roda dua dan roda empat.
Sedangkan pengendara sepeda motor Supra, Mariono, dari Tanah Bumbu di pelabuhan Batulicin, tidak sabar menunggu antrean di lokasi parkir pelabuhan feri Batulicin.

Marino terlihat gelisah, dengan menoleh ke kanan dan ke kiri untuk memastikan jumlah penumpang yang akan tertampung dalam pelayaran yang sama.

Dia khawatir, tidak masuk dalam pelayaran pada kisaran pukul 17.30 Wita.
Hal yang sama juga dialami Abu Bakar, penumpang fery asal Tanah Bumbu.

"Mudah-mudahan, kendaraan kami bisa terangkut dalam pelayaran kali ini, karena jika tidak berarti kami harus menunggu hampir satu jam kembali," ujarnya.

Sementara itu, hampir setiap pelayaran, di pelabuhan Batulicin dan Tanjung Serdang jumlah kendaraan roda dua mendominasi dibandingkan kendaraan roda empat./C


Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026