Kotabaru, Kalsel (ANTARA) - Bupati Kotabaru, Kalimantan Selatan H. Muhammad Rusli, mengkoordinasikan terkait masalah kepelabuhanan ke Kementerian Kehutanan Republik Indonesia melalui Direktorat Rencana Perubahan Kawasan Hutan dan Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan (RPKHPWPH) di Jakarta.
Muhammad Rusli mengatakan, Kabupaten Kotabaru terdiri dari dua wilayah, yakni Kotabaru Kepulauan dan Kotabaru Daratan yang berada di Pulau Kalimantan. Selama ini konektivitas antara kedua wilayah masih terkendala, terutama pada sektor penyeberangan.
Baca juga: Pemkab Kotabaru bersama Kemenag gelar salat istisqa
"Saat ini, penyeberangan yang ada hanya mengandalkan dua pelabuhan swasta yang berada di sisi kanan dan kiri, dengan kapasitas yang sangat terbatas. Sementara arus penyeberangan masyarakat terus meningkat pesat," katanys di Kotabaru, dilaporkan Rabu.
Dia menjelaskan, pihaknya terkendala di penyeberangan. Pelabuhan yang ada sekarang adalah milik swasta dan kapasitasnya terbatas.
"Masyarakat sangat mengharapkan adanya pelabuhan milik Pemda yang bisa diakses dengan mudah," ucapnya.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Pemkab Kotabaru merencanakan pembangunan pelabuhan baru di posisi tengah, di antara pelabuhan penumpang dan pelabuhan angkutan minyak yang sudah ada.
Pelabuhan tersebut nantinya akan dikelola oleh Perusahaan Daerah (Perusda) dengan prinsip dari daerah untuk masyarakat.
"Kehadiran kita di sini ingin membuat pelabuhan, namanya Pelabuhan Pemda Kotabaru. Nanti akan kita usahakan feri-feri Pemda Kotabaru dan ini nanti dikelola oleh (Perusda) Perusahaan Daerah, jadi daerah untuk daerah, dari masyarakat untuk masyarakat," jelasnya.
Bupati memaparkan, dari pusat perkantoran menuju bibir sungai sepanjang kurang lebih 2 kilometer telah dibuka dan dikerjakan Pemerintah Daerah, setelah menyeberangi sungai dengan lebar sekitar 40-50 meter, terdapat jalan sepanjang 2,5 kilometer yang masuk dalam kawasan cagar alam.
Ia berharap kawasan cagar alam tersebut dapat dialihfungsikan sebagai jalan akses menuju Kotabaru Daratan yang berada di Pulau Kalimantan.
Bupati menargetkan pembangunan pelabuhan ini dapat terealisasi sebelum akhir masa jabatannya.
Baca juga: Kotabaru Customs prevents state losses of Rp498 million
Untuk pembangunan pelabuhan telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan direncanakan mendapat dukungan anggaran pada tahun 2028.
Ia menegaskan, hal ini merupakan kebutuhan mendasar masyarakat Kabupaten Kotabaru dan meminta bantuan pemerintah pusat untuk memberikan dukungan.
Pewarta: Ahmad Nurahsin QomarudinEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.