Wisata kuliner pinggiran sungai Balangan ini merupakan satu terobosan baru, bagi pengembangan wisata daerah sekaligus untuk meningkatkan ekonomi masyarakatBalangan - (Antaranews Kalsel) - Warga Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan, semakin kreatif dalam melihat peluang bisnis demi meningkatkan ekonomi secara mandiri.
Iky Munanda (27), salah satu warga Paringin ibukota Kabupaten Balangan, bersama beberapa rekannya yang merupakan warga sekitar, memanfaatkan bantaran sungai Balangan untuk membuka usaha kuliner.
"Wisata kuliner pinggiran sungai Balangan ini merupakan satu terobosan baru, bagi pengembangan wisata daerah sekaligus untuk meningkatkan ekonomi masyarakat," katanya.
Menurut dia, pusat kuliner atau disebut Kariwaya Warung Kuliner (KWK) di pinggiran sungai tersebut terinspirasi dari pusat wisata kuliner di kota Banjarmasin.
"Kota Banjarmasin telah sukses membangun siring pinggiran sungai menjadi pusat wisata baru, kita juga ingin seperti itu," katanya.
KWK sendiri kata dia, dibuka mulai pukul 15.00 wita hingga dini hari, tergantung pengunjung dan cuaca, karena tempatnya alam terbuka di bawah pepohonan rindang.
Ia juga membuat rakit atau siring disebut lanting sebagai tempat santai para pengunjung, sambil menikmati hidangan yang tersedia.
Ke depan lanjut dia, diharapkan Pemerintah Kabupaten Balangan bisa merealisasikan pembuatan siring di sisi sungai Balangan, sehingga terlihat lebih indah dan nyaman bagi warga Balangan yang ingin bersantai.
Pengembangan wisata sungai tersebut, mendapatkan sambutan cukup antusias dari warga, dan menjadi tempat nongkrong warga Balangan.
Di pusat kuliner KWK yang berada di seberang taman Sanggam Paringin Kota, di bantaran sungai batang Balangan, pengunjung mangaku bisa bersantai untuk melepas penat bersama keluarga setelah bekerja.
Bukan hanya kalangan pemuda dari dalam dan luar daerah, namun para pejabat Pemkab setempat serta para anggota Mapolres Balangan pun sering berkumpul sambil bersantai di tempat tersebut/D
Pewarta: Roly SupriadiEditor : Roly Supriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026