Hal tersebut disampaikan Kepala Sub Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Pemprov Kalsel Ramonsyah di Banjarmasin, Selasa usai memimpin rapat koordinasi persiapan angkutan lebaran bersama dinas dan instansi terkait.
Menurut dia, penghentian proyek pembangunan jalan tersebut dimaksudkan untuk membantu kelancaran arus lalu lintas angkutan umum maupun angkutan pribadi yang akan mudik Lebaran ke masing-masing daerah.
"Peningkatan arus lalu lintas darat untuk mudik, baik itu angkutan umum, pribadi maupun sepeda motor diprediksi dimulai pada H-10, sehingga pada saat itu seluruh proyek harus sudah dihentikan," katanya.
Kontraktor, tambah dia, sudah harus menyingkirkan seluruh peralatan mulai angkutan berat dan lainnya dari lokasi pembangunan jalan.
Selain itu, tambah dia, bagi pengerjaan proyek yang belum selesai dan membahayakan bagi pengguna jalan, kontraktor diwajibkan untuk memberi tanda atau rambu-rambu peringatan bahwa di lokasi tersebut sedang dalam proses perbaikan.
"Bila tidak ada rambu-rambu dan terjadi kecelakaan di lokasi proyek dimaksud, maka korban berhak untuk menuntut ganti rugi kepada kontraktor pelaksana," katanya.
Saat ini, kata dia, pihaknya bersama dinas dan instansi terkait antara lain Lantas juga telah membuat pemetaan lokasi rawan kecelakaan di masing-masing kabupaten.
Khusus di Banjarmasin terdapat lima lokasi rawan kecelakaan, Banjarbaru tiga titik, Kabupaten Banjar, Tanah Bumbu, Barito Kuala dan Tapin masing-masing tiga titik, Hulu Sungai Selatan dua titik, Hulu Sungai Tengah lima titik.
Selanjutnya, Balangan satu titik, Tabalong empat titik rawan, Tanah Laut 10 titik rawan kecelakaan, dan Kotabaru empat titik.
Terhadap hal tersebut, tambah dia, pihaknya telah berkoordinasi dengan PT Jasa Raharja untuk bisa memberikan rambu-rambu di lokasi-lokasi rawan terjadinya kecelakaan.
Sedangkan daerah yang rawan longsor, kata dia, diperkirakan di perbatasan Kalsel dan Kaltim tepatnya di daerah Gunung Rambutan./B
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.