...berikan data yang diminta demi kelancaran audit ini, karena hasil audit, akan menunjukkan pengelolaan keuangan yang kita telah dilaksanakan secara transparan dan akuntabel atau belum,"
Pelaihari, (AntaranewsKalsel) - Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) mulai melakukan audit ke seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, untuk melakukan pengawasan pengelolaan keuangan daerah.


Wakil Bupati Tanah Laut, Kalimantan Selatan, H Sukamta di Pelaihari Senin mengatakan, BPK-RI Perwakilan Kalimantan Selatan, mulai 1 Februari 2016, mulai melakukan audit pendahuluan terhadap pengelolaan keuangan anggaran pendapatan belanja daerah 2015.

Audit tersebut, kata dia, akan berlangsung selama 35 hari, sejak 1 Februari sampai dengan 6 Maret 2016.

Sehingga, tambah dia, diharapkan seluruh Kepala SKPD dan para pemangku kepentingan pengelola keuangan di SKPD untuk melayani secara komperenhensif keperluan selama audit pendahuluan berlangsung.

"Berikan data yang diminta demi kelancaran audit ini, karena hasil audit, akan menunjukkan pengelolaan keuangan yang kita telah dilaksanakan secara transparan dan akuntabel atau belum," katanya.

Kepala Bidang Pembukuan dan Pelaporan Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Tanah Laut Fifiana Fitri Amalia mengatakan, setelah dilakukan audit, maka langkah selanjutnya akan dilakukan audit terinci oleh BPK-RI.

Pelaporan keuangan daerah, jelas dia, wajib dilaporkan ke BPK-RI setelah tiga bulan APBD Tanah Laut 2015 berakhir.

Setelah audit BPK-RI selesai, kata dia, maka laporan tersebut, akan dilanjutkan ke DPRD Tanah Laut untuk laporan pertanggungjawaban Bupati Tanah Laut.

Laporan pendahuluan APBD Tanah Laut 2015 tersebut, tammbah dia, langsung diserahkan ke BPK-RI melalui empat orang auditor yakni, Fitriyah, Irma Indah Suryani, Ni Putu Swakuni, dan Dian Utama Ningsih dihadiri Sekdakab Tanah Laut H Abdullah.

Sebelumnya, Bupati Tanah Laut, H Bambang Alamsyah mengatakan, pada RAPBD Tala 2015 pemerintah kabupaten memproyeksikan anggaran sebesar Rp 1,6 triliun.

"Anggaran RAPBD 2015 jika dibandingkan APBD Perubahan 2014 terjadi kenaikan, dari Rp1,3 triliun menjadi Rp 1,6 triliun," tegasnya.


Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026