Kotabaru,  (Antaranews Kalsel) - Debit air di beberapa bendungan dan instalasi pengolahan air milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, terus berkurang.


Direktur Perusahaan Daerah Air Minum Kotabaru H. Noor Ipansyah di Kotabaru, Senin, mengatakan bahwa debit air di sejumlah bendungan dan bak penampungan terus berkurang akibat berkurangnya curah hujan dalam beberapa hari ini.

"Rata-rata penurunnya debit air kisaran 20 sentimeter per hari," kata Ipansyah.

Penyebab berkurangnya debit air baku, juga disebabkan oleh aktivitas warga yang mengambil air baku di hulu bendungan juga makin tinggi.

Hal itu, menurut Direktur PDAM, dapat mengakibatkan distribusi air kepada para pelanggan PDAM terganggu atau tidak lancar.

Ia menyebutkan kondisi debit air baku di sejumlah bendungan atau instalasi pengolahan pada hari Senin sekitar pukul 07.45 Wita tinggi air waduk dalam kondisi normal setinggi 600 cm. Saat ini, setinggi 175 cm.

Sementara itu, instalasi pengolahan air (IPA) Gunung Rely dalam kondisi normal 45 cm, saat ini tersisa 2 cm; IPA Gunung Ulin dalam kondisi normal 150 cm, tersisa 35 cm; IPA Gunung Tirawan kondisi normal 145 cm, tersisa 5 cm; dan IPA Gunung Pemandangan dalam kondisi nrmal 18 cm, tersisa 0 cm.

Selanjutnya, tinggi air di IPA Gunung Perak dalam kondisi normal 97 cm, tersisa 0 cm; dan IPA Gunung Sari dalam kondisi normal 180 cm, tersisa 65 cm.

Ipansyah mengemukakan bahwa air waduk dipompa ke IPA Gunung Rely dengan kapasitas pompa 50 liter/detik dan ke IPA Gunung Ulin kapasitas 10 leter/detik setiap hari selama 24 jam.

Air IPA Gunung Rely dipompa ke IPA Gunung Pemandangan dengan kapasitas pompa 10 liter/detik setiap hari pada pukul 16.00 hingga pukul 00.00 Wita.




Pewarta: Imam Hanafi
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026