Hasil real count yang kita miliki hingga 74,8 persen masuk suara di seluruh TPS ini, Pasangan Birin-Rudy (Biru) mendapatkan hasil mencapai 44,1 persenBanjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Pasang calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor dan H Rudy Resnawa mengklaim memperoleh suara terbanyak dari paslon lainnya pada Pilkada yang berlangsung pada 9 Desember 2015.
Hal ini disampaikan ketua tim pemenangan paslon Birin-Rudy, H Rudy Ariffin saat jumpa press di Hotel Mercure Banjarmasin sekitar pukul 21.30 Wita, Rabu.
"Hasil real count yang kita miliki hingga 74,8 persen masuk suara di seluruh TPS ini, Pasangan Birin-Rudy (Biru) mendapatkan hasil mencapai 44,1 persen," ujarnya.
Dikatakan dia, perolehan suara hasil real count atau perhitungan secara nyata dari laporan tim relawan mereka di setiap TPS hingga 74,8 persen dari sebanyak 8.706 TPS yang tersebar di 13 kabupaten/kota, pasalon nomor urut 2. Birin-Rudy memperoleh sebanyak 520.932 suara.
Sementara itu, kata dia, dua pasangan lainnya, yakni, paslon nomor urut 1. H Zairullah Azhar dan HM Syafi'i memperoleh suara sebanyak 233.391 suara atau 19,8 persen, dan paslon nomor urut 3. H Muhidin dan H Farid Hasan Aman memperoleh suara sebanyak 425.923 suara.
"Jadi kita hargai adanya hasil quick count yang disiarkan televisi nasional, tapi kita semua harus tetap berpedoman hasil rekapitulasi suara dari KPU nantinya, karena itulah yang pasti," ujar mantan Gubernur Kalsel dua priode itu.
Menurut dia, hasil quick count tentunya sangat dini kalau dipegang sebagai data nyata, sebab quick count hanya mengambil sample sebagian kecil data hasil suara di sebanyak 8.706 TPS.
"Jadi margin error hasil quick count ini pastinya cukup besar, lain halnya real count yang mengambil data dari setiap TPS, tentunya lebih nyata," terangnya.
Dia menyatakan, tim Birin-Rudy diminta terus mengawal berlangsungnya pesta demokrasi ini hingga hasil perhitungan suara yang sah dikeluarkan KPU pada 19 Desember 2015 nanti.
"Ayo kita kawal bersama Pilkada ini berjalan dengan baik, dan semua masyarakat bisa menahan diri, kita terima dengan damai nantinya apapun keputusan KPU," ujarnya.
Pewarta: sukarliEditor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.