Provinsi Kalimantan Selatan masuk sebagai salah satu daerah pantauan Kementerian Perhubungan untuk arus mudik lebaran 2011, kata Kepala Sub Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Dinas Perhubungan Kalsel Ramonsyah.
"Kalsel akan mendapat perhatian khusus dalam transportasi pemudik disamping sebelas provinsi lain di Indonesia," katanya di Banjarmasin, Senin.Pada lebaran dua tahun lalu tingkat kecelakaan arus mudik maupun arus balik cukup tinggi, berdasarkan hal tersebut Kalsel menjadi salah satu provinsi yang mendapatkan perhatian khusus pemerintah pusat.
Selain itu, kata dia, Kalsel merupakan wilayah yang paling strategis dibanding wilayah Kalimantan lainnya.Menurut Ramonsyah, setelah dilakukan evaluasi dan penambahan beberapa fasilitas keamanan, pada arus mudik 2010 kecelakaan lalu lintas di Kalsel bisa dikurangi bahkan tidak ada korban jiwa.
"Kita harapkan pada lebaran tahun ini juga berjalan lancar tidak ada kecelakaan lalu lintas, baik darat, udara maupun laut," katanya.Selain berusaha menekan angka kecelakaan lalu lintas, kata dia, pemerintah pusat juga menerapkan langkah strategis mengurangi tindak kejahatan selama arus mudik dan balik.
Salah satunya, kata dia, dengan pemberian fasilitas keamanan berupa dua CCTV yang akan diletakkan di Bandara Syamsudin Noor dan Pelabuhan Trisakti Banjarmasin."Dengan adanya CCTV itu diharapkan akan memudahkan pihak keamanan mengantisipasi terjadinya tindak kejahatan atau hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.
Pada 2010, kata dia, arus mudik dengan angkutan udara terjadi kenaikan hingga 15 persen dan angkutan laut turun dua persen, sedangkan angkutan darat justru turun lima persen penyebabnya terkait dengan semakin banyaknya warga memiliki sepeda motor.Menurut dia, tingginya kenaikan jumlah penumpang angkutan udara tersebut membuat pemerintah memberikan perhatian lebih besar terhadap moda transportasi tersebut, terutama untuk fasilitas pendukung di Bandara.
"Saat ini kita lebih mengonsentrasikan fasilitas angkutan udara terutama di Bandara dilakukan pembenahan menyambut arus mudik lebaran 2011," katanya.(B/A)
Editor : Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.