"Mari kita dorong masyarakat kita untuk menggunakan hak suaranya datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada pemilihan kepala daerah yang digelar serentak 9 Desember," kata Ketua Badan Pengawas Pemilihan Kepala Daerah Kalimantan Selatan Mahyuni, di Kotabaru, Sabtu.
Mahyuni mengakui, masih ada warga yang pesimis terhadap para pasangan calon kepala daerah yang ada.
Warga yang apriori terhadap pemilihan kepala daerah tersebut, hendaknya mendapatkan pencerahan dari anggota oraganisasi kemasyarakatan atau para awak medi melalui tulisan-tulisanya.
Hal yang sama juga disampaikan oleh pakar politik Kalimantan Selatan Dr Ani Cahyadi, dalam acara diskusi pulbik dengan OMS, media massa dan perguruan tinggi di Kotabaru.
Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kotabaru, menargetkan tingkat partisipasi masyarakat dalam pemilihan kepala daerah yang bakal digelar serentak 9 Desember 2015 mencapai 75 persen.
"Berbeda dengan pemilihan legislatif, dan pemilihan presiden, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ada hubungan emosional antara masyarakat dengan pasangan calon bupati dan wakil bupati, sehingga angka partisipasi akan naik," kata Ketua KPU Kotabaru M Erfan.
Bahkan, lanjut Erfan, bila memungkinkan angka partisipasi masyarakat terhadap Pilkada bisa mencapai 80 persen dari daftar pemilih tetap yang berjumlah 225.563 jiwa.
Hal itu didasari karena pasangan calon atau tim pemenangan, melakukan pergerakan sosialisasi yang tujuanya untuk mempengaruhi masyarakat atau konstituenya mulai dari kota hingga ke pelosok-pelosok desa.
"Masyarakat di kantong-kantong daerah terpencil sekalipun bisa dijangkau oleh tim pemenangan, hal itu salah satu faktor yang bisa menyebabkan angka partisipasi bisa meningkat dibandingkan dengan Pileg maupun Pilpres," ujar Erfan.
Pewarta: Imam HanafiEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.