Seorang pedagang sembilan bahan pokok (sembako), di Kelumpang Selatan, Rukaiyah, Senin, mengatakan, ketika melihat awan tebal selalu ketakutan, terlebih apabila masih dalam perjalanan di tengah laut.
Ketakutan Rukoiyah karena beberapa hari yang lalu saat perahu motor yang ditumpanginya dari Desa Pembelacanan menuju pelabuhan Kotabaru tersesat karena cuaca buruk dan hujan lebat.
"Di saat tidak tahu arah tersebut, perahu motor yang kami tumpangi haluannya ditabrak speed boat dan pecah," kata pedagang sembako tersebut.
Untung saja, beberapa penumpang langsung sigap berusaha menguras air yang tiba-tiba memenuhi geladak dengan ember dan alat seadanya.
Sementara penumpang yang lain berteriak-teriak minta tolong.
Untungnya, kejadian tersebut sudah dekat dengan dermaga rakyat, sehingga ada yang melihat dan berusaha memberikan pertolongan.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, kendati demikian, Rukoiyah dan penumpang yang lainnya tetap saja syok.
Meski hari itu ia berencana membeli barang sembako, namun setelah peristiwa tersebut menimpanya ia pulang dengan tangan kosong dengan mencarter perahu motor.
Sesampai di rumah, ia mengaku hanya bisa menangis sepuas-puasnya.
Hal yang sama juga dialami seorang pengusaha ternak dan petani kelapa sawit Abah Atik.
Setiap melihat awan tebal, ia selalu ketakutan.
Sementara itu, PM Martasiah B II tenggelam di perairan Tanjung Dewa, Senin (6/6) dengan korban meninggal dunia 29 orang sedangkan korban selamat 73 orang.
Selanjutnya, sebuah kapal bermuatan kelapa sawit yang diperkirakan dari Pamukan Selatan, dan Sampanahan Rabu (22/6) tenggelam di perairan Tanjung Dewa, Kotabaru, diduga akibat gelombang tinggi.
Seorang operator perahu motor Kotabaru-Kelumpang Utara Farid, Kamis (23/6), mengatakan, saat hendak ke Kotabaru ia melihat bangkai kapal yang sudah tenggelam dan terlihat hanya atap kapalnya di perairan Tanjung Dewa.
"Kapal yang tenggelam itu mengangkut tandan buah segar (TBS) yang diperkirakan dari Tanjung Smalantakan itu tenggelam kemarin (Rabu)," ujarnya.
Selanjutnya, sebuah kapal jenis "landing craft tank" (LCT) Dagis II di wilayah Kotabaru, Kamis (16/6), terbakar dan tenggelam di Hilir, Pulau Laut Utara, Kotabaru.
"Awalnya, LCT Dagis II yang biasa mengangkut alat berat di wilayah Kotabaru itu sedang sandar di dermaga Hilir, tetapi tiba-tiba terbakar," kata kepala Kantor Administrasi Pelabuhan Kotabaru, Jhony K Lintang, melalui Kasubsi Penjagaan dan Penyelamatan H Akhmad Jayadi.*C
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.