...kita tidak punya bukti kalau kota ini pernah mengalami penjajahan oleh Belanda,Banjarmasin, (AntaranewsKalsel) - Bangunan bersejarah yang ada di wilayah Kalimantan Selatan, banyak yang tidak terurus lagi atau terbengkalai karena kurang perhatian dari pemerintah setempat.
"Hampir-hampir kita tidak punya bukti kalau kota ini pernah mengalami penjajahan oleh Belanda," ucap Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Banjarmasin Kaspul Anwar Syahdan di Banjarmasin, Senin.
Ia mengatakan, kurang peduliny pemerintah di wilayah ini terhadap bangunan bersejarah sangat disayangkan sekali, karena itu merupakan bukti sejarah provinsi Kalsel.
Hampir-hampir sudah tidak ada lagi bukti fisik kalau Kalsel pernah dijajah apalagi kalau berharap dari bukti foto dan dokumentasi.
Ia mencotohkan, ada beberapa bukti sejarah di wilayah Mandiangin Kabupaten Banjar, Kalsel, di sana terlihat ada peninggalan sejarah benteng pertahanan milik Belanda yang kondisinya tinggal puing dan tidak terurus.
Selain itu makan prajurit Belanda yang merupakan bukti sejarah yang berlokasi di wilayah Banjarbaru kini sudah berubah dan menjadi bangunan moderen.
Laki-laki tua itu terus mengatakan saat mereka melakukan pertempuran dengan Belanda tepatnya di depan Kantor Gubernur Kalsel di Jalan Jenderal Sudirman Banjarmasin pada (9/11/45) tidak ada satupun disinggung dalam sejarah di provinsi ini.
"Kami lebih dulu melakukan perlawanan dan pertempuran melawan belanda sebelum pertempuran Surabaya 10 November, tapi itu tidak masuk dalam sejarah," ucapnya.
Kaspul sapaan akrabnya, pada moment Hari Pahlawan yang jatuh pada Selasa (10/11), di harapkan pemerintah daerah lebih memperhatikan terhadap bukti-bukti sejarah yang ada di Kalsel.
Bukan itu saja, untuk permasalahan kesejahteraan para veteran pejuang di Kalsel, masih terus menjadi persoalan dan itu terus menerus hingga 60 tahun Indonesia merdeka.
"Kami telah diberi tanah oleh Pemda, namun saat mau mengklaim urusannya menjadi susah, padahal kami telah memiliki bukti segel, namun sudah pindah tangan kemana-mana dan itu harus jadi perhatikan Pemda setempat," tuturnya.
Untuk diketahui saat ini, LVRI Banjarmasin sendiri telah memiliki sebanyak 126 orang veteran pejuang, dan mereka meminta agar Pemda setempat lebih memperhatikan bukti sejarah dan memperhatikan kesejahteraan para legiun veteran.
Pewarta: Gunawan WibisonoEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026