Bahkan hingga semester satu (Januari-Juni) 2015 tak ada trafficking di provinsi yang terdiri atas 13 kabupaten/kota ini,
Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3) Kalimantan Selatan Hj Heriyati mengungkapkan, di provinsinya dalam empat tahun terakhir sejak 2011 tak ada kasus penjualan manusia (trafficking) terutama terhadap perempuan dan anak.

"Bahkan hingga semester satu (Januari-Juni) 2015 tak ada trafficking di provinsi yang terdiri atas 13 kabupaten/kota ini," ungkapnya usai rapat kerja (raker) bersama Komisi IV bidang kesra DPRD setempat, di Banjarmasin, Kamis.

Ia berharap, trafficking tidak akan pernah terjadi provinsi yang kini berpenduduk mencapai empat juta ini dan mayoritas masyarakatnya Muslim serta cukup agamis.

Dari jenis kekerasan yang terindentifikasi di "Bumi Perjuangan Pangeran Antasari" Kalsel, terangnya, pada 2014 bagi perempuan terbanyak berupa fisik tercatat 128, psiki 23, seksual 14, penelantaran empat, serta trafficking dan eksploitasi zero (nol)..

Kemudian pada semester satu (Januari-Juni) 2015 tercatat kekerasan fiik 28, psikis tiga, danseksual empat, serta penelantaran, trafficking dan ekspolitasi nol.

Sementara tindakan kekerasan terhadap anak di Kalsel yang teridentifikasi tahun 2014 berupa fisik 34, psikis satu, seksual 85, penelantaran satu, trafficking dan eksploitasi nol.

Pada semester satu 2015 tindakan kekerasan terhadap anak tercatat berupa fisik lima, psikis satu, seksual 21, penelantaran dan trafficking nol, kecuali eksploitasi ada tujuh kasus.

"Kita berharap di daerah yang penduduknya cukup agamis ini, kekerasan terharap perempuan dan anak terus berkurang. Jika memungkinkan tidak ada samasekali atau nol," demikian Heriyati.

Raker bersama Komisi IV bidang kesra DPRD Kalsel itu membahas Kebijakan Umum Anggaran dan Perencanaan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) terkait RAPBD 2016 pada BP3A provinsi tersebut.


Pewarta: Syamsudin Hasan
Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026