Dari 148 KDKMP, minimal 30 persen harus sudah selesai pada bulan Juli 2026,

Kandangan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Hulu Sungai Selatan (HSS) menargetkan akan dapat menghadirkan sekitar 43 gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP), atau sekitar 30 persen dari total 148 desa yang ada di kabupaten setempat.

“Dari 148 KDKMP, minimal 30 persen harus sudah selesai pada bulan Juli 2026,” kata Wakil Bupati (Wabup) HSS H Suriani saat memimpin rapat progres pembangunan KDKMP di Kabupaten HSS, di Aula Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UMKM HSS, Kandangan, Senin.

Wabup juga mendorong agar seluruh pihak dapat mengoptimalkan upaya pencarian lahan, guna mendukung pembangunan gerai koperasi di setiap desa.

Baca juga: Pemkab HSS kenalkan teknologi digital kepada pengelola Koperasi Merah Putih

Wakil Bupati HSS menegaskan bahwa program KDKMP merupakan bagian dari program strategis nasional yang harus disukseskan bersama, dan meminta seluruh pihak terkait untuk berperan aktif dalam percepatan pelaksanaannya.

Adapun rapat ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden RI Nomor 17 Tahun 2025, tentang penyediaan lahan Koperasi Merah Putih oleh pemerintah daerah.

Dalam rapat tersebut disampaikan bahwa hingga saat ini pembangunan KDKMP di Kabupaten HSS telah berjalan di 25 titik desa. Dari jumlah tersebut, progres tertinggi berada di Desa Lumpangi yang telah mencapai 82 persen.

Business Assistant (BA) Kabupaten Wahyu Amrullah, melaporkan aspek legalitas KDKMP di wilayah HSS telah mencapai 100 persen.

Baca juga: Wabup HSS harapkan pengesahan KDMP beri kontribusi pembangunan ekonomi

Selain itu, sebanyak 25 titik pembangunan gerai saat ini tengah berjalan dan seluruh Rapat Anggota Tahunan (RAT) telah terjadwal.

"Sejumlah unit usaha mulai dirintis melalui proses kemitraan, di antaranya usaha penjualan pupuk di Taniran Kubah serta usaha pakan ternak di Gumbil," ungkapnya.

Namun demikian, diakui masih terdapat sejumlah kendala dalam pelaksanaan program tersebut. Di antaranya adalah masih kurang aktifnya sumber daya manusia (SDM) anggota koperasi.

Juga, adanya anggota yang mengundurkan diri, keterbatasan lahan untuk pembangunan gerai, minimnya modal awal koperasi, serta belum optimalnya kegiatan usaha di sebagian titik.



Pewarta: Fathurrahman
Editor : Sukarli

COPYRIGHT © ANTARA 2026